Presiden Prancis Klarifikasi di Twitter Pakai Bahasa Arab, MUI Tuntut Minta Maaf

- Senin, 2 November 2020 | 09:07 WIB

HARIANHALUAN.COM - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan klarifikasi terkait pernyataannya yang melukai umat Muslim dunia di akun resmi Twitternya menggunakan bahasa Arab. Namun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) tetap menuntut Macron mencabut ucapannya dan meminta maaf.

"Sikap dan tindakannya mencerminkan kebencian dan permusuhan. Untuk itu kita minta dia mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam," kata Sekjen MUI Anwar Abbas, kepada wartawan, Minggu (1/11/2020).

Anwar menilai Macron sebagai kepala negara harusnya tahu bahwa menghina dan merendahkan itu sifat tercela dan akan menjadi biang dari kekacauan. Tapi, kata dia, Macron mentolerir dan mendukung itu.

"Jadi Macron sudah menampakkan dirinya sebagai seorang sekuler fundamentalis dan radikalis, serta sudah membuat dirinya menjadi orang yang menebar teror dan permusuhan di dunia," ujar Anwar.

Dihubungi terpisah, Wasekjen MUI Misbahul Ulum menyebut klarifikasi dari Macron dengan menggunakan bahasa Arab di akun Twitternya itu tidak menyelesaikan masalah. Dia menegaskan kebebasan berekspresi itu ada batasnya.

"Sedangkan bagi Macron kebebasan tersebut tidak ada batasnya. Walaupun pada isu-isu tertentu dia tidak mau juga terusik walaupun atas nama kebebasan berekspresi, seperti kemarahan Macron kepada Presiden Brazil saat menghina isterinya," tegasnya.

Dia menyebut dalam klarifikasi bahasa Arab dari Macron itu hanya menyatakan sikapnya membela kebebasan yang dianut di Prancis. Menurutnya, Macron tidak ada klarifikasi dan permintaan maaf terkait dengan pernyataannya bahwa Islam itu agama dalam keadaan krisis.

"Dia juga terkesan mendukung beberapa kantor pemerintahan menampilkan karikatur Nabi Muhammad SAW. Kebebasan berekspresi harus dijalankan dengan menghormati orang lain dan dengan perhatian untuk tidak melukai dengan cara yang sewenang-wenang atau tidak perlu," katanya.

Seperti diketahui, Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan klarifikasi terkait pernyataannya yang melukai umat Muslim dunia. Menariknya, Macron melakukan klarifikasi di akun resmi Twitternya menggunakan bahasa Arab.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Indonesia-Pakistan Jajaki Kerja Sama Antar BUMN

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 03:00 WIB

Innalillahi, 46 Orang Tewas akibat Banjir di India

Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:35 WIB

Jamaah yang Sudah Divaksin Sinovac Dibolehkan Umrah

Selasa, 19 Oktober 2021 | 05:10 WIB

Selama Pandemi, Kasus Bunuh Diri di Thailand Meningkat

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:40 WIB
X