Hati-hati, Jerawat Ternyata juga Bisa Menular Lewat Hubungan Seksual

Administrator
- Jumat, 6 November 2020 | 10:30 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Penyakit Moluskum Kontagiosum (MK) atau lebih dikenal dengan istilah jerawat genital merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang cukup mengganggu. Namun, mengenali gejala penyakit ini tidak mudah bahkan deteksi dini sulit dilakukan. Dokter Spesialis Kulit Anthony Handoko mengatakan bahwa sulitnya deteksi dini dipicu karena bentuknya yang mirip jerawat.

"Akibat bentuknya yang seperti jerawat, makanya kadang suka terlewat atau diabaikan. Padahal, penyakit ini cepat sekali menular," kata Anthony dalam diskusi daring terkait penyakit jerawat genital, Rabu (4/11).

Moluskum Kontagiosum merupakan infeksi pada kulit yang disebabkan oleh virus pox atau yang juga menyebabkan cacar. Anthony menunjukkan bahwa terdapat penelitian yang menyatakan insiden Moluskum Kontagiosum sebesar 1200-1400 kasus per 100 ribu penduduk per tahun di seluruh dunia.

Berdasarkan kasus di Klinik Pramudia selama 2019 -2020, ditemukan rata-rata sebanyak 2-4 kasus per bulan, baik pada anak maupun dewasa. Hanya saja, hingga saat ini belum terdapat data epidemiologi yang akurat untuk penyakit Moluskum Kontagiosum.

"Tidak ditemukan jumlah perbedaan kasus Moluskum Kontagiosum pada ras dan jenis kelamin yang berbeda. Penderita MK anak di Klinik Pramudia berusia 2-10 tahun dan usia 20-60 tahun pada kasus dewasa," paparnya.

Dalam presentasinya, ia menuturkan bahwa penularan Moluskum Kontagiosum bisa terjadi karena kontak langsung pada kulit yang erat dan berulang (seksual maupun non-seksual) serta autoinokulasi atau penyebaran karena garukan.

Berikut gejala, obat, dan cara pencegahan Moluskum Kontagiosum atau jerawat genital.

Gejala jerawat genital

Ketika terinfeksi Moluskum Kontagiosum, bintik-bintik kecil mirip jerawat yang muncul pada kulit di bagian tubuh yang terinfeksi. Sering kali muncul pada bagian lipatan seperti leher, ketiak, siku, lutut, dan lipatan paha.

Biasanya, bintik tidak muncul pada tangan, telapak kaki, atau mulut. Bintik-bintik ini memiliki lebar sekitar 2-5 milimeter dan lesung di bagian tengah. Selain itu, umumnya tidak terjadi peradangan (pembengkakan dan merah) dan jika menggaruk luka dapat menyebabkan penyebaran dalam bentuk barisan atau kelompok.

"Jika sudah mencurigai ada gejala seperti itu, ada baiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk tindakan lebih lanjut dan mencegah penyebaran atau penularan," kata Anthony.

Penyebab penularan jerawat genital

Moluskum Kontagiosum merupakan infeksi virus yang sangat menular dan dapat ditularkan melalui kontak kulit ke kulit, berbagi pakaian, atau hanya dengan menyentuh benda yang disentuh penderita yang terinfeksi. Biasanya anak-anak terinfeksi ketika bermain dengan temannya.

Sedangkan pada usia dewasa, penularan dapat melalui hubungan seksual atau kontak ketika sedang berolahraga. Virus ini dapat bertahan di permukaan benda yang telah tersentuh oleh kulit orang yang terinfeksi. Sehingga, penularan juga dapat terjadi pada barang yang terkontaminasi seperti handuk, pakaian, mainan, atau sarung tangan, dan peralatan olahraga.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X