Pers Inggris Terbitkan Larangan Hina Agama Termasuk Islam

- Rabu, 18 November 2020 | 01:41 WIB

HARIANHALUAN.COM - Regulator Pers Inggris (IPSO) mengeluarkan pedoman tentang diperbolehkannya segala bentuk publikasi selama tidak melanggar hak individu. 

Pedoman IPSO tentang pentingnya penegakkan kebebasan berbicara ini, diterbitkan menyusul serangkaian cerita kontroversial di media yang sangat ditentang komunitas Muslim.

Dalam pedomannya, IPSO mendorong jurnalis untuk tidak mempublikasikan informasi yang tidak akurat, menyesatkan dan menyimpang atau mendiskriminasi seseorang. Bicaralah dengan beragam suara dalam komunitas. 

Macron Sebut Media Berbahasa Inggris Gagal Pahami Prancis  Turki Klaim Pendidikan Era Pandemi Dipuji Menteri Dunia

Berhati-hatilah agar stereotip tidak ditampilkan dalam liputan faktual. Berhati-hatilah untuk tidak mempublikasikan gambar yang tidak akurat, menyesatkan, atau terdistorsi dan pertimbangkan apakah fakta bahwa seseorang adalah Muslim relevan dengan artikel tersebut, juga menjadi butir yang ditekankan IPSO dalam pedoman terbarunya.

IPSO menjelaskan mengapa mereka tidak mendukung pengaduan jurnalis Channel 4 News Fatima Manji atas sebuah artikel di The Sun yang mempertanyakan mengapa seorang hijabi menyajikan Channel 4 News pada malam serangan Nice. IPSO mengatakan kolumnis The Sun, Kelvin McKenzie berhak untuk mengungkapkan pandangannya, meskipun banyak orang menganggapnya menyinggung.

Keluhan lain sehubungan dengan sebuah artikel di Metro, yang melaporkan komentar wakil ketua Dewan Rotherham tentang eksploitasi seksual anak di bawah gambar masjid setempat, juga dihentikan karena dianggap tidak relevan. IPSO menyimpulkan gambar tersebut tidak menyiratkan hubungan antara Islam dan eksploitasi seksual anak.

Di sisi lain, IPSO menguatkan keluhan Muslim atas artikel yang jelas-jelas tidak akurat, seperti The Sun mencetak artikel yang mengatakan bahwa hampir satu dari lima Muslim Inggris bersimpati kepada mereka yang pergi berperang untuk ISIS.

Mengomentari pedoman IPSO, editor 5Pillars Roshan Muhammed Salih berkata, “Ada sedikit atau tidak ada pengawasan terhadap pedoman IPSO baru-baru ini tetapi ini adalah kesalahan karena organisasi ini mengatur pers massa Inggris yang dituduh menargetkan Muslim. Dan pedoman yang timpang ini secara efektif memberi pers lampu hijau untuk terus melakukannya."

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Innalillahi, 46 Orang Tewas akibat Banjir di India

Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:35 WIB

Jamaah yang Sudah Divaksin Sinovac Dibolehkan Umrah

Selasa, 19 Oktober 2021 | 05:10 WIB

Selama Pandemi, Kasus Bunuh Diri di Thailand Meningkat

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:40 WIB

Kecelakaan Pesawat di Rusia, 16 Orang Dilaporkan Tewas

Minggu, 10 Oktober 2021 | 20:35 WIB
X