Beberapa Waktu ke Depan Akan Banyak Satelit yang Hancur, Ternyata Ini Penyebabnya

- Kamis, 10 Februari 2022 | 12:37 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

HARIANHALUAN.COM - Beberapa waktu mendatang, akan lebih banyak satelit yang rusak atau hancur karena badai Matahari. Seperti puluhan satelit Starlink milik SpaceX yang beberapa waktu lalu hancur karena dihantam badai tersebut.

Badai Matahari ini bukannya jarang terjadi, para ahli cuaca luar angkasa menjelaskan bahwa fenomena ini diperkirakan akan memburuk selama beberapa tahun ke depan.

Matahari memulai siklus matahari 11 tahun baru pada bulan Desember 2019 dan sekarang meningkat ke maksimum matahari yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2025.

"Adapun alasan mengapa badai matahari tidak menjadi masalah besar adalah karena selama tiga hingga empat tahun terakhir, kami telah berada pada apa yang kami sebut 'solar minimum,'" kata ilmuwan peneliti Aerospace Corp Tamitha Skov kepada CNBC Internasional, dikutip Kamis (10/2/2022).

Baca Juga: Jangan Abaikan Bau Mulut, Jangan-jangan Anda Menderita Salah Satu Penyakit Berbahaya Ini

Khususnya, solar minimum baru-baru ini bertepatan dengan lonjakan besar jumlah satelit di orbit rendah Bumi. Sekitar 4.000 satelit kecil telah diluncurkan dalam empat tahun terakhir, dengan sebagian besar beroperasi di orbit rendah.

"Banyak dari usaha komersial ini tidak mengerti seberapa signifikan cuaca antariksa dapat mempengaruhi satelit, terutama satelit kecil ini," terang Skov.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, badai geomagnetik seperti ini berasal dari angin matahari yang dihasilkan oleh aktivitas matahari. Perisai magnet Bumi membuang energi badai matahari ke atmosfer atas planet dan memanaskannya.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Kim Jong Un Sakit Keras, Disebut Tak Bisa Berbaring

Jumat, 12 Agustus 2022 | 17:57 WIB

Oleksiy Vadatursky, Konglomerat Ukraina Dibom Rusia

Senin, 1 Agustus 2022 | 13:36 WIB

Joe Biden Positif Covid-19 Lagi, Begini Gejalanya!

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:21 WIB
X