Rusia Tutup Akses ke Facebook-Twitter Sebagai Bentuk Balasan Pemblokiran Atas Media Beritanya

- Sabtu, 5 Maret 2022 | 13:35 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

HARIANHALUAN.COM - Bentuk balasan atas platform yang membatasi media milik negaranya, Rusia telah sepenuhnya memblokir akses ke Facebook. Regulator komunikasi negara Rusia Roskomnadzor mengatakan, pihaknya juga telah menutup sepenuhnya akses ke Twitter.

Facebook dan platform Meta lain, Instagram, telah menghapus Russia Today (RT) dan Sputnik di Uni Eropa pada pekan ini. Di sisi lain, Roskomnadzor sebagai pengawas mengatakan, ada 26 kasus diskriminasi terhadap media Rusia oleh Facebook sejak Oktober 2020 dengan akses terbatas pada layanan berita yang didukung negara, seperti Russia Today dan kantor berita RIA.

Presiden Urusan Global Facebook, Meta, Nick Clegg mengatakan, pemblokiran platform akan memutus jutaan warga Rusia biasa dari sumber informasi yang dapat dipercaya. Selain itu, pemblokiran juga menghalangi mereka berkomunikasi dengan teman dan keluarga.

Baca Juga: Kakek 60 Tahun yang Perkosa Anak Tiri di Serang Nyaris Diamuk Massa

"Kami akan terus melakukan segala hal yang kami bisa untuk memulihkan layanan kami sehingga tetap tersedia bagi orang-orang untuk mengekspresikan diri dan mengatur tindakan dengan," kata Clegg.

Langkah itu dilakukan ketika Rusia pada Jumat (4/3/2022) mengesahkan undang-undang tentang penyebaran laporan palsu. Undang-undang itu dicap oleh kedua majelis parlemen yang dikendalikan Kremlin dan ditandatangani oleh Presiden Vladimir Putin.

Menurut undang-undang, mereka yang menyebarkan informasi yang bertentangan dengan narasi pemerintah Rusiah tentang perang akan dipenjara hingga 15 tahun. Sebagai tanggapan, beberapa media akan menghentikan sementara pekerjaan mereka di Rusia untuk mengevaluasi situasi.

CNN termasuk yang akan menghentikan siaran di Rusia. Sementara itu, Bloomberg dan BBC mengatakan akan menangguhkan sementara pekerjaan jurnalis mereka di sana.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Republika

Tags

Terkini

X