Tidak Diterima Disebut Penjahat Perang, Vladimir Putin: Korban AS Jauh Lebih Banyak

- Kamis, 17 Maret 2022 | 17:54 WIB

HARIAN HALUAN - Pernyataan Presiden AS Joe Biden yang mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai 'Penjahat Perang' mendapat balasan dari Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Ia dengan tegas mengatakan tudinga Presiden Amerika Serikat terhadap Presiden Rusia tidak benar.

Bahkan Peskov menuding justru korban akibat serangan Amerika Serikat ke berbagai negara justru lebih banyak.

Baca Juga: Sistem Peringatan Dini Jepang Canggih! Sebelum Gempa Sudah Masuk Pemberitahuan ke Handphone

"Korban AS jauh lebih banyak dari pada Rusia karena AS telah membunuh ratusan ribu orang dengan bom mereka di seluruh dunia," katanya kepada wartawan TASS.

Ia menjelaskan pihaknya percaya retorika seperti itu tidak dapat diterima dan tidak dapat dimaafkan dari pihak kepala negara.

Sebelumnya, seperti diketahui bahwa Presiden AS Joe Biden mengumumkan akan menambah 800 juta dolar AS dan paket berbentuk drone, anti-armor, serta sistem anti-pesawat untuk membantu Ukraina melawan Rusia.

Baca Juga: Pilu! Pasca Rusia Bom Rumah Sakit Bersalin, Seorang Ibu dan Bayinya Meninggal

"Jumlah ini bisa lebih banyak lagi dikirim saat kami mendapatkan stok peralatan tambahan yang kami siap untuk transfer," kata Biden.

Halaman:

Editor: Muhammad Irfan

Tags

Terkini

Alamak... China Dihajar Resesi Seks, Kok Bisa?

Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:32 WIB

Kim Jong Un Sakit Keras, Disebut Tak Bisa Berbaring

Jumat, 12 Agustus 2022 | 17:57 WIB

Oleksiy Vadatursky, Konglomerat Ukraina Dibom Rusia

Senin, 1 Agustus 2022 | 13:36 WIB

Joe Biden Positif Covid-19 Lagi, Begini Gejalanya!

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:21 WIB
X