Analisa: Bahaya Ekstra dari China yang Memuncak

- Sabtu, 2 April 2022 | 15:03 WIB
Para penari menari selama pertunjukan sebagai bagian dari perayaan 100 tahun berdirinya Partai Komunis China, di stadion Sarang Burung di Beijing pada 28 Juni 2021. (Foto: AFP / Noel Celis)
Para penari menari selama pertunjukan sebagai bagian dari perayaan 100 tahun berdirinya Partai Komunis China, di stadion Sarang Burung di Beijing pada 28 Juni 2021. (Foto: AFP / Noel Celis)

Oleh: Denny Roy

Denny Roy adalah rekan senior di East-West Center, Honolulu. Dia mengkhususkan diri dalam isu-isu keamanan strategis dan internasional di kawasan Asia-Pasifik. 

HARIANHALUAN.COM - Beberapa analis urusan luar negeri baru-baru ini berpendapat bahwa kekuatan China sedang memuncak dan akan segera menurun. Hal itu mendorong Beijing untuk berperilaku lebih agresif sekarang dan akhir dekade ini.

Pandangan ini diperdebatkan dengan baik dan konsekuensial, tetapi untungnya, dipertanyakan.

Pendukung pandangan ini menunjukkan hambatan bagi China untuk mencapai status negara adidaya.

Baca Juga: Kesal Palsukan Tanda Tangan Jusuf Kalla dan Imam Addaruqutni, Akhirnya Arief Rosyid Dipecat

China kehabisan sumber daya, produktivitasnya menurun, pertumbuhan ekonominya melambat secara permanen dan populasinya menua dengan cepat.

Pemerintah di bawah Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping menerapkan kebijakan yang melumpuhkan kekuatan inovatif dan memberi hak istimewa kepada industri milik negara, ini tidak efisien.

Negara-negara maju kurang menyambut baik kemitraan ekonomi dengan China seperti dilansir Harianhaluan.com dari AsiaTimes pada Sabtu (2/4/2022).

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: Asiatimes

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Oleksiy Vadatursky, Konglomerat Ukraina Dibom Rusia

Senin, 1 Agustus 2022 | 13:36 WIB

Joe Biden Positif Covid-19 Lagi, Begini Gejalanya!

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:21 WIB
X