Kota Dipenuhi Mayat, Ukraina Tuduh Rusia Lakukan Pembantaian, Namun Dibantah!

- Senin, 4 April 2022 | 09:38 WIB
Mayat pria tak bernyawa, beberapa dengan tangan terikat di belakang, tergeletak di tanah di Bucha, Ukraina, Minggu, 3 April 2022. Wartawan Associated Press di Bucha, sebuah kota kecil di barat laut Kyiv, melihat mayat sedikitnya sembilan orang. berpakaian sipil yang tampaknya telah dibunuh dari jarak dekat. Setidaknya ada dua orang yang tangannya diikat ke belakang. (Foto AP/Vadim Ghirda)
Mayat pria tak bernyawa, beberapa dengan tangan terikat di belakang, tergeletak di tanah di Bucha, Ukraina, Minggu, 3 April 2022. Wartawan Associated Press di Bucha, sebuah kota kecil di barat laut Kyiv, melihat mayat sedikitnya sembilan orang. berpakaian sipil yang tampaknya telah dibunuh dari jarak dekat. Setidaknya ada dua orang yang tangannya diikat ke belakang. (Foto AP/Vadim Ghirda)

HARIANHALUAN.COM - Mayat-mayat dengan tangan terikat, luka tembak jarak dekat dan tanda-tanda penyiksaan berserakan di sebuah kota di pinggiran Kyiv setelah tentara Rusia mundur dari daerah itu.

Pihak berwenang Ukraina menuduh pasukan Rusia yang berangkat meninggalkan daerah itu pada hari Minggu melakukan kejahatan perang dan meninggalkan jejak bak film horor.

Ketika gambar mayat muncul dari Kota Bucha, para pemimpin Eropa mengutuk kekejaman dan menyerukan sanksi yang lebih keras terhadap Moskow.

Baca Juga: Gaung Ancaman China! Hanya Sisi Bisnis Senjata AS Meraup Untung?

Sebagai tanda bagaimana laporan mengerikan itu mengguncang banyak pemimpin, menteri pertahanan Jerman bahkan menyarankan agar Uni Eropa mempertimbangkan untuk melarang impor gas Rusia.

Para pejabat Ukraina mengatakan mayat 410 warga sipil ditemukan di kota-kota di wilayah Kyiv yang baru-baru ini direbut kembali dari pasukan Rusia.

Wartawan Associated Press melihat mayat sedikitnya 21 orang di berbagai tempat di sekitar Bucha, barat laut ibu kota. 

Baca Juga: Cemburu! Pergoki Perempuan Pujaan Hati dalam Kamar Kos, Pria Ini Menghunjam Korban Pakai Busur

Satu kelompok beranggotakan sembilan orang, semuanya berpakaian sipil, tersebar di sekitar lokasi yang menurut penduduk digunakan pasukan Rusia sebagai pangkalan. 

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kim Jong Un Sakit Keras, Disebut Tak Bisa Berbaring

Jumat, 12 Agustus 2022 | 17:57 WIB

Oleksiy Vadatursky, Konglomerat Ukraina Dibom Rusia

Senin, 1 Agustus 2022 | 13:36 WIB

Joe Biden Positif Covid-19 Lagi, Begini Gejalanya!

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:21 WIB
X