Islamofobia Meningkat di Prancis dengan Kedok Perangi Terorisme!!

- Senin, 4 April 2022 | 10:23 WIB
Seorang wanita memegang plakat bertuliskan 'Kebebasan memimpin semua orang' ketika pengunjuk rasa berdemonstrasi menentang RUU yang dijuluki sebagai 'anti-separatisme', di Paris, Prancis (Geoffroy Van Der Hasselt/AFP)
Seorang wanita memegang plakat bertuliskan 'Kebebasan memimpin semua orang' ketika pengunjuk rasa berdemonstrasi menentang RUU yang dijuluki sebagai 'anti-separatisme', di Paris, Prancis (Geoffroy Van Der Hasselt/AFP)

"Muslim semakin digambarkan sebagai ancaman bagi masyarakat Prancis di bawah kepresidenan Emmanuel Macron"

HARIANHALUAN.COM - Pertanyaan tentang Islam telah lama menjadi duri di pihak 'radikal' Prancis. Dengan Prancis menuju pemilihan presiden, pandangan sayap kanan telah meresapi wacana publik tentang komunitas Muslim, imigrasi, dan keamanan.

Pekerja kereta api Marxis berusia 35 tahun dan putra imigran Maroko mencalonkan diri sebagai kandidat sayap kiri untuk putaran pertama pemilihan presiden Prancis pada 10 April. 

Namun ia gagal mengumpulkan 500 sponsor yang diperlukan dari pejabat terpilih untuk tampil di pemungutan suara, dan mengatakan reaksi pencalonannya didasarkan pada rasa takut dan permusuhan.

Baca Juga: Amien Rais Nilai Islamofobia Akan Meningkat Jika Presiden Jokowi Lanjut 3 Periode

“Ketika saya mencalonkan diri dalam pemilihan, jejak Islamofobia dan politik reaksioner ada di sana,” katanya. 

“Ada poster wajah saya di Paris, dengan tulisan '0% Prancis, 100% Islamis' tertulis di sana. Ketika Anda seorang aktivis politik, Anda tidak memiliki hak untuk menjadi Muslim, atau bahkan Arab,” ujarnya dilansir Harianhaluan.com dari Aljazeera pada Senin (4/4/2022).

Berbeda dengan kandidat lainnya, Kazib tidak diberikan waktu tayang oleh media arus utama untuk berkampanye, yang menurutnya merupakan bukti bahwa pesan politiknya mengganggu sistem.

Baca Juga: Kota Dipenuhi Mayat, Ukraina Tuduh Rusia Lakukan Pembantaian, Namun Dibantah!

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kim Jong Un Sakit Keras, Disebut Tak Bisa Berbaring

Jumat, 12 Agustus 2022 | 17:57 WIB

Oleksiy Vadatursky, Konglomerat Ukraina Dibom Rusia

Senin, 1 Agustus 2022 | 13:36 WIB

Joe Biden Positif Covid-19 Lagi, Begini Gejalanya!

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:21 WIB
X