3,4 Juta Warga Amerika Dimata-Matai FBI

- Senin, 2 Mei 2022 | 10:55 WIB
Federal Amerika Serikat atau FBI
Federal Amerika Serikat atau FBI

 

HARIANHALUAN.COM - Badan Penyelidikan Federal Amerika Serikat atau FBI memata-matai hampir 3,4 juta warga Amerika antara Desember 2020 dan November 2021, seperti terungkap dalam laporan resmi lembaga tersebut pada Jumat.

FBI berdalih pihaknya sedang mencari peretas atau hacker asing. Namun kelompok kebebasan sipil menyebut tindakan FBI ini invasi "besar-besaran" terhadap privasi masyarakat.

FBI memata-mati 3.394.053 warga Amerika Serikat dalam periode tersebut, berkaitan dengan informasi yang dikumpulkan dengan dasar aturan untuk memata-matai warga asing. Namun aturan ini dinilai kontroversial.

Baca Juga: Jokowi Salat Idul Fitri di Gedung Agung Yogyakarta

Dikutip dari laman Russia Today, Minggu (1/5), temuan ini dipublikasikan dalam Laporan Transparansi Komunitas Intelijen Tahunan yang dirilis Kantor Direktur Nasional Intelijen (ODNI).

FBI Turun Tangan Bantu Pencarian 17 Misionaris AS yang Diculik di Haiti
Laporan ini menyatakan, data elektronik dikumpulkan secara legal berdasarkan Bab 702 UU Pengawasan Intelijen Asing (FISA).

Menurut ODNI, jumlah warga AS yang diselidiki FBI meningkat daripada tahun sebelumnya. Pada periode Desember 2019 sampai November 2020, jumlah warga AS yang dimata-matai sekitar 1,3 juta.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki mengatakan temuan ini merupakan penyelidikan terhadap potensi peretasan.

Serikat Kebebasan Sipil Amerika (ACLU) menyebut tindakan FBI ini merupakan invasi terhadap privasi "skala besar". (*)

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Merdeka.com

Tags

Terkini

Kim Jong Un Sakit Keras, Disebut Tak Bisa Berbaring

Jumat, 12 Agustus 2022 | 17:57 WIB

Oleksiy Vadatursky, Konglomerat Ukraina Dibom Rusia

Senin, 1 Agustus 2022 | 13:36 WIB

Joe Biden Positif Covid-19 Lagi, Begini Gejalanya!

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:21 WIB
X