Vladimir Putin akan Lakukan Pembalasan ke Negara yang Ikut Campur Masalah Rusia-Ukraina

- Senin, 2 Mei 2022 | 19:37 WIB
Presiden Rusia, Vladimir Putin ingin hadiri KTT G20 di Indonesia ((Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP))
Presiden Rusia, Vladimir Putin ingin hadiri KTT G20 di Indonesia ((Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP))

HARIAN HALUAN- Rusia tak segan beri pembalasan kepada negara-negeara yang ikut campur masalah Ukraina.

Para pejabat Rusia berpendapat bahwa pengiriman senjata pada Ukraina oleh negara Barat hanya akan membangun 'kekuatan Barat', bukan menyelesaikan konflik.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam pidatonya bawa setiap negara yang mengganggu rencananya di Ukraina akan mendapatkan 'serangan balasan'.

Baca Juga: Menteri Luar Negeri Jeppe Kofod: Denmark Akan Buka Kembali Kedutaan Besar di Ukraina

Profesor di Universitas Michigan, Yuri Zhukov mengatakan bawa Rusia sedang memunculkan propaganda perang dengan NATO.

“Selama ini, propaganda domestik Rusia telah menekankan bahwa Rusia berperang bukan dengan Ukraina, tetapi dengan NATO dan Barat,” Yuri Zhukov, dilansir dari Newsweek melalui Pikiran-rakyat.com, Senin, 2 Mei 2022.

"Di balik setiap keberhasilan militer Ukraina, dalam narasi ini, ada seorang perwira NATO yang memberi tahu Ukraina di mana, kapan, dan siapa yang harus ditembak," katanya kembali.

Akan tetapi, Zhukov menekankan jika negara Barat mengabaikan ancaman Putin, pemimpin Rusia tersebut mungkin tidak segan benar-benar melancarkan serangan.

Baca Juga: Angelina Sondakh Bagikan Potret Perayaan Lebaran 2022 Bersama Anak Setelah Bebas dari Penjara

“Saya pikir kemungkinan besar Rusia pada akhirnya akan merasa terdorong untuk melakukan beberapa tindakan kinetik terhadap negara-negara NATO, jika hanya untuk membuat ancaman pembalasannya tampak lebih kredibel," sambugnya.

Propaganda ini, jelas Zhukov, akan mempermudah merinci kerugian militer kepada warga Rusia.

Direktur Inisiatif Demokrat dan rekan senior di German Marshall Fund Amerika Serikat, Jonathan Katz mengatakan bahwa Rusia berusaha menekankan pada publik NATO yang selama ini memulai kericuhan.

Baca Juga: Momen Lebaran 2022, Zulkifli Hasan Imbau Narasi Cebong Kampret Agar Diakhiri

"Saya pikir dari perspektif Moskow, mereka ingin membangun kasus bahwa semua ini dimulai oleh NATO dan Amerika Serikat," Jonathan Katz.

Sedangkan, Presiden AS Joe Biden berbicara tentang ancaman yang datang dari pejabat Rusia, ia menyebut bahwa ancaman tersebut hanyalah sebuah gretakkan yang menandai kegagalan Rusia di Ukraina.

Editor: Nuraini

Tags

Terkini

Oleksiy Vadatursky, Konglomerat Ukraina Dibom Rusia

Senin, 1 Agustus 2022 | 13:36 WIB

Joe Biden Positif Covid-19 Lagi, Begini Gejalanya!

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:21 WIB
X