Awas! Cacar Monyet Paling Banyak Menular Melalui Seks

- Kamis, 26 Mei 2022 | 10:28 WIB
Sejumlah negara tengah mempersiapkan diri guna mencegah penyebaran penyakit cacar monyet. Salah satunya Amerika Serikat.  (WHO)
Sejumlah negara tengah mempersiapkan diri guna mencegah penyebaran penyakit cacar monyet. Salah satunya Amerika Serikat. (WHO)

HARIANHALUAN - Seorang pejabat di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa wabah virus cacar monyet di Amerika Utara dan Eropa paling banyak ditularkan melalui hubungan seks.

Hingga saat ini, ada sekitar 200 kasus cacar monyet yang telah dikonfirmasi di 12 negara.

Kendati demikian, WHO menekankan bahwa siapa pun dapat tertular cacar monyet. Namun virus itu disinyalir telah menyebar di antara pria yang berhubungan seks dengan sesama pria.

Baca Juga: Merasakan Gejala Ini? Hati-hati Bisa Jadi Cacar Monyet

"Banyak penyakit dapat menyebar melalui kontak seksual. Anda bisa terkena batuk atau pilek melalui kontak seksual, tetapi itu tidak berarti bahwa itu adalah penyakit menular seksual," kata Andy Seale, penasihat WHO tentang HIV, hepatitis, dan infeksi menular seksual lainnya dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis, 26 Mei 2022.

Wabah ini dengan cepat menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika Utara selama seminggu terakhir. Bahkan, WHO memperkirakan cacar monyet akan menyebar lebih luas dan lebih cepat.

Sebelumnya, dua kasus yang dikonfirmasi dan satu kasus yang diduga cacar monyet di Inggris dilaporkan ke WHO hanya 10 hari yang lalu. Ini adalah kasus pertama tahun ini yang terjadi di luar Afrika, di mana virus umumnya beredar selama 40 tahun terakhir.

"Kami telah meneliti sejumlah kasus di Eropa selama lima tahun terakhir yang hanya terjadi di antara pelancong, tetapi ini adalah pertama kalinya kami melihat kasus di banyak negara pada orang yang belum bepergian ke daerah endemik di Afrika," kata Dr. Rosamund Lewis.

Negara-negara Eropa telah mengkonfirmasi lusinan kasus wabah cacar monyet terbesar yang pernah ada di Benua itu, menurut militer Jerman. Amerika Serikat (AS) dan Kanada masing-masing memiliki setidaknya lima kasus yang dikonfirmasi atau diduga sejauh ini.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X