Gara-Gara Tolak Simpan Data Pengguna, Pengadilan Rusia Denda WhatsApp

- Jumat, 29 Juli 2022 | 13:25 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

HARIAN HALUAN - Pengadilan Rusia pada Kamis (28/7/2022) mendenda paltform perpesanan milik Meta, WhatsApp, Snapchat, dan perusahaan asing lain. Tindakan tersebut dilakukan karena dugaan penolakan mereka soal penyimpanan data pengguna Rusia.

Sejak Rusia mulai mengirim angkatan bersenjata ke Ukraina pada akhir Februari lalu, Rusia telah berselisih dengan sejumlah perusahaan teknologi asing. Ini terkait dengan konten, sensor, data, dan perwakilan lokal.

Pengadilan Moskow mendenda WhatsApp 18 juta rubel atau 301.255 dolar AS atau Rp 4,4 miliar untuk pelanggaran berulang setelah menimbulkan penalti empat juta rubel pada Agustus lalu. Denda WhatsApp melebihi hukuman 15 juta rubel yang diberikan kepada Google Alphabet karena pelanggaran berulang pada bulan Juni.

Baca Juga: Prof Didik Suharjito Sebut Tujuan KHDPK Memperbaiki Kondisi Hutan di Jawa

Selain itu, pengadilan mendenda pemilik Tinder Match 2 juta rubel, Snap dan Hotels.com yang dimiliki oleh Expedia Group satu uta rubel dan layanan streaming musik Spotify 500 ribu rubel.

Regulator komunikasi Roskomnadzor mengatakan lima perusahaan belum memberikan dokumen yang mengonfirmasi bahwa penyimpanan dan pemrosesan data pengguna Rusia berlangsung di wilayah Rusia tepat waktu.

Sementara itu, Expedia Group mengatakan pihaknya sedang meninjau keputusan pengadilan, tetapi tidak memiliki informasi lebih lanjut untuk diberikan. “Namun, kami dapat mengonfirmasi Hotels.com menutup titik penjualan Rusia pada 1 April 2022 dan tidak lagi mengumpulkan data pengguna Rusia,” kata Expedia, dalam sebuah pernyataan, dikutip BusinessLive, Jumat (29/7/2022).

Spotify menutup kantornya di Rusia pada Maret lalu dan segera menangguhkan layanannya di negara itu. Rusia membatasi akses ke platform andalan Meta Facebook dan Instagram, serta Twitter segera setelah konflik di Ukraina dimulai. Menurut para kritikus, langkah tersebut merupakan sebuah upaya Rusia untuk melakukan kontrol yang lebih besar atas arus informasi.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

Bos Pfizer Kena Covid-19 Lagi, Ini yang Kedua Kalinya

Minggu, 25 September 2022 | 17:21 WIB

Pangeran Arab Dikecam karena Melayat Ratu Elizabeth II

Senin, 19 September 2022 | 06:36 WIB

FAO Dukung Indonesia Kembangkan Budidaya Berkelanjutan

Selasa, 6 September 2022 | 20:32 WIB

Kejutan, Liz Truss Wanita ketiga Menjadi PM Inggris

Senin, 5 September 2022 | 22:47 WIB
X