Nepal Umumkan Populasi Harimau di Negaranya Meningkat Tiga Kali Lipat, Apa Dampaknya?

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 11:54 WIB
Nepal
Nepal

Jakarta, HarianHaluan.com – Perdana Menteri Nepal Sher Bahadur Deuba mengumumkan bahwa tingkat populasi harimau di negaranya meningkat hampir tiga kali lipat dalam dua belas tahun terakhir.

Dikutip dari laman The Guardian, Selasa (2/8/2022), dari 121 ekor pada tahun 2010, populasi harimau Bengal di Nepal telah meningkat menjadi 355, menurut survei terbaru.

Terkait hal ini, WWF mengungkap penambahan jumlah populasi harimau di Nepal merupakan hasil dari kemauan politik dan upaya bersama dari masyarakat lokal, pemuda, lembaga penegak hukum, serta mitra konservasi di bawah kepemimpinan Pemerintah Nepal

Baca Juga: Pesawat Nepal Hilang Kontak, Nasib 22 Penumpang Belum Diketahui

"Peningkatan bersejarah lebih dari 190 persen sejak 2009 adalah hasil dari perlindungan habitat dan koridor utama harimau, kemitraan dengan masyarakat lokal, dan menindak perburuan dan perdagangan satwa liar ilegal," demikian pernyataan resmi WWF seperti dikutip dari situsnya pada Rabu, (3/8/2022).

Sebagai informasi, dikutip dari Liputan6.com Nepal adalah negara pertama dari 13 negara yang memiliki habitat harimau yang memperbarui angkanya sebelum pertemuan puncak yang akan diadakan di Vladivostok, Rusia timur, pada bulan September untuk mengevaluasi upaya konservasi global untuk melindungi kucing besar.

Namun, di satu sisi keberhasilan Nepal dalam meningkatkan populasi Harimau juga melahirkan sebuah tantangan baru mengingat serangan terhadap manusia yang dilakukan oleh harimau jumlahnya meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Filep Sebut Kewenangan Papua Bagai Harimau Tak Bertaring

Dikutip dari dari Kathmandu Post menyebut setidaknya 62 orang telah kehilangan nyawa mereka dalam serangan harimau tiga tahun terakhir. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh ketidakmampuan hutan untuk menampung hewan.

Halaman:

Editor: Alfitra Akbar

Sumber: Guardian, Liputan6, idn times

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bos Pfizer Kena Covid-19 Lagi, Ini yang Kedua Kalinya

Minggu, 25 September 2022 | 17:21 WIB

Pangeran Arab Dikecam karena Melayat Ratu Elizabeth II

Senin, 19 September 2022 | 06:36 WIB

FAO Dukung Indonesia Kembangkan Budidaya Berkelanjutan

Selasa, 6 September 2022 | 20:32 WIB

Kejutan, Liz Truss Wanita ketiga Menjadi PM Inggris

Senin, 5 September 2022 | 22:47 WIB
X