Terungkap! Alasan Amerika Selalu Ikut Campur Urusan Negara Lain

- Senin, 8 Agustus 2022 | 09:25 WIB
Bendera Amerika Serikat.
Bendera Amerika Serikat.

HARIAN HALUAN - Amerika Serikat (AS) di kancah internasional mempunyai kekuatan yang besar. Pada pelaksanaan kebijakan luar negerinya, tak jarang Amerika Serikat menunjukkan kekuatannya serta unjuk aksi kepada rivalnya.

Mengutip buku berjudul Pragmatisme Dalam Sikap Hidup serta Prinsip Politik Luar Negeri Amerika karya Albertine Minderop (2006), keunggulan Amerika adalah hal yang sulit dibantah.

Ini masih terus terjadi hingga saat ini. Kebebasan perekonomian yang didukung sumber daya manusia yang canggih dan ilmu pengetahuan yang maju telah menjadikan Amerika Serikat sebagai negara kaya di dunia.

Baca Juga: Klub Top Mana Saja yang Jalani Pramusim di Amerika Serikat?

Keberadaan Amerika Serikat sebagai negara adikuasa, secara langsung maupun tak langsung mempengaruhi segala aspek kehidupan di dunia, terlebih dalam bidang politik serta ekonomi.

Politik luar negeri Amerika Serikat sama halnya seperti politik luar negeri pada umumnya yang mempunyai tujuan untuk meraih kepentingan nasional.

Namun, politik luar negeri Amerika Serikat mengalami perubahan, tergantung dari faktor domestik serta internasional yang dihadapi.

Baca Juga: 5 WNI di Amerika Serikat Ikut Gerakan Teroris, BNPT Ungkap Nasib Mereka

Pandangan hidup Amerika Serikat serta kebijakan luar negerinya tidak lepas dari pragmatisme. Politik luar negeri Amerika Serikat dilandasi oleh persepsi membina hubungan dengan negara lain guna mendapat manfaat yang diperoleh dari hubungan perdagangan. Karena itu, Amerika Serikat dinilai tak konsisten, berubah-ubah sesuai dengan aspek yang ditemui dan kepemimpinan.

Para ekonom menilai Amerika Serikat telah menunjukkan pertumbuhan jangka panjang yang bergantung pada geografi, demografi hingga institusi politik suatu negara.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: sindonews.com

Tags

Terkini

Bos Pfizer Kena Covid-19 Lagi, Ini yang Kedua Kalinya

Minggu, 25 September 2022 | 17:21 WIB

Pangeran Arab Dikecam karena Melayat Ratu Elizabeth II

Senin, 19 September 2022 | 06:36 WIB

FAO Dukung Indonesia Kembangkan Budidaya Berkelanjutan

Selasa, 6 September 2022 | 20:32 WIB

Kejutan, Liz Truss Wanita ketiga Menjadi PM Inggris

Senin, 5 September 2022 | 22:47 WIB
X