Wah! Mantan Mata-mata Soviet Ungkap Kekuasaan Putin Tinggal Menghitung Hari

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:25 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin

 


HARIAN HALUAN - Terlepas dari keunggulan militer Rusia, Ukraina rupanya telah berhasil mencegah pasukan penyerang mencapai banyak tujuannya selama konflik perang berlangsung. Akibatnya, kini Presiden Rusia Vladimir Putin diperkirakan akan merasakan beban tekanan dari dalam lingkaran politiknya sendiri.

Jack Barsky, mantan agen badan intelijen Uni Soviet KGB yang memata-matai AS dari tahun 1978 hingga 1988 dan kemudian beralih pihak menjadi intelijen bagi Washington, percaya hari-hari kekuasaan Putin sekarang tinggal menghitung hari.

Berbicara kepada CBS News, Barsky menjelaskan bagaimana Kremlin beroperasi di bawah pemerintahan otoriter Putin. Dia memperingatkan bahwa kegagalan penguasa lalim Rusia di Ukraina bisa menjadi awal dari akhir untuk masa kekuasaannya.

Baca Juga: Peringati HUT RI ke-77, Pemerintah Kecamatan Padang Panjang Barat Gelar Berbagai Perlombaan

"Dengan asumsi bahwa dia dapat bertahan hidup ini, dengan asumsi tidak ada semacam kudeta terhadap dia - jangka panjang, dia akan berada dalam masalah jika ini terus seperti ini, jika lebih banyak tentara terus mati," kata Barsky, dikutip dari Express, Jumat (12/8/2022).

"Dia akan memiliki Afghanistan di tangannya," lanjutnya, mengacu pada invasi Soviet ke Afghanistan pada tahun 1979. "Dan seperti yang Anda tahu, Afghanistan adalah awal dari akhir Uni Soviet dan Ukraina mungkin menjadi awal dari akhir Putin sebagai diktator."

Barsky juga membahas apa yang memotivasi ambisi imperialistik Putin, mengutip runtuhnya Uni Soviet sebagai momen penting dalam kehidupan Presiden Rusia. Putin sedang bertugas di KGB pada saat itu, dan ditempatkan di Jerman Timur ketika Tembok Berlin runtuh pada tahun 1989.

"Pada titik ini, Putin berubah dari menjadi anggota organisasi yang paling kuat, menjalani kehidupan yang baik di Jerman Timur, menjadi seseorang yang benar-benar tidak berdaya, mempertahankan posisi itu," ujarnya.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Bos Pfizer Kena Covid-19 Lagi, Ini yang Kedua Kalinya

Minggu, 25 September 2022 | 17:21 WIB

Pangeran Arab Dikecam karena Melayat Ratu Elizabeth II

Senin, 19 September 2022 | 06:36 WIB

FAO Dukung Indonesia Kembangkan Budidaya Berkelanjutan

Selasa, 6 September 2022 | 20:32 WIB

Kejutan, Liz Truss Wanita ketiga Menjadi PM Inggris

Senin, 5 September 2022 | 22:47 WIB
X