Alamak... China Dihajar Resesi Seks, Kok Bisa?

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:32 WIB
Ilustrasi resesi seks (Pexels.com)
Ilustrasi resesi seks (Pexels.com)

HARIAN HALUAN - Jika banyak negara di dunia tengah mengalami resesi ekonomi, maka lainnya halnya di China. Justru, negara ini tengah dilanda oleh resesi seks.
Tingkat kelahiran di China rendah, diprediksi populasi masyarakat akan semakin menyusut.

Saat ini, negeri tirai bambu ini tengah mengalami ancaman krisis demografi.

Baca Juga: Tak Biasa! Begini Cara China 'Pancing' Curah Hujan untuk Atasi Kekeringan Parah

Mengutip dari NDTV melalui CNBC Indonesia, Kamis, 18 Agustus 2022, tingkat kelahiran China merosot menjadi 7,52 kelahiran per 1.000 orang tahun lalu. Menurut Biro Statistik Nasional ini menjadi yang terendah sejak pencatatan dimulai pada 1949, ketika Partai Komunis China di Dirikan.

Terkini, pemerintah China mengumumkan jurus baru, untuk menggenjot satu keluarga kini boleh memiliki lebih banyak anak. Pedoman kebijakan dikeluarkan Komisi Kesehatan Nasional Selasa, 16 Agustus 2022.

Baca Juga: Waspada Dampak Ekonomi Akibat Konflik China-Taiwan

Badan itu mendesak pemerintah pusat dan provinsi untuk meningkatkan pengeluaran guna kesehatan reproduksi dan meningkatkan layanan pengasuhan anak secara nasional.

"Mereka mengharuskan pemerintah daerah untuk menerapkan langkah-langkah yang mendukung kesuburan aktif," tulis AFP mengutip pengumuman Komisi Kesehatan Nasional.

"Termasuk menawarkan subsidi, potongan pajak, dan asuransi kesehatan yang lebih baik, serta dukungan pendidikan, perumahan dan pekerjaan untuk keluarga muda," tambahnya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bos Pfizer Kena Covid-19 Lagi, Ini yang Kedua Kalinya

Minggu, 25 September 2022 | 17:21 WIB

Pangeran Arab Dikecam karena Melayat Ratu Elizabeth II

Senin, 19 September 2022 | 06:36 WIB

FAO Dukung Indonesia Kembangkan Budidaya Berkelanjutan

Selasa, 6 September 2022 | 20:32 WIB
X