Kim Jong Un Sebut Ketahanan Pangan Korea Utara Terancam

- Rabu, 16 Juni 2021 | 13:26 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan ketahanan pangan negaranya terancam akibat angin topan tahun lalu dan pandemi virus corona. Ia pun memerintahkan jajarannya agar situasi ini segera diselesaikan.

Hal ini Kim sampaikan saat memimpin rapat pleno komite pusat Partai Buruh guna meninjau kemajuan kebijakan utama dan langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah ekonomi.

“Situasi pangan masyarakat sekarang semakin tegang karena sektor pertanian gagal memenuhi rencana produksi biji-bijian akibat kerusakan akibat topan tahun lalu,” kata Kim dilaporkan KCNA seperti dikutip dari Reuters, Rabu, 16 Juni 2021.

Meski begitu, Kim mengklaim ekonomi negaranya membaik pada tahun ini. Menurut dia, ekonomi secara keseluruhan telah meningkat pada paruh pertama tahun ini, dengan total produksi industri tumbuh 25 persen dari tahun sebelumnya.

Partai Buruh pun berjanji untuk mengarahkan semua upaya pertanian tahun ini dan membahas cara-cara untuk mengatasi pandemi COVID-19.

Dalam acara itu, Kim menyerukan langkah-langkah untuk meminimalkan dampak bencana alam sebagai pelajaran dari tahun lalu dan kunci untuk mencapai tujuan tahun ini.

Pada Januari, Kim menyatakan rencana ekonomi lima tahun sebelumnya telah gagal di hampir setiap sektor, akibat kekurangan listrik dan makanan kronis yang diperburuk oleh sanksi, pandemi, dan banjir. Pandemi yang berlarut-larut mengharuskan partai untuk meningkatkan upaya menyediakan makanan, pakaian, dan perumahan bagi rakyat.

Hingga kini Korea Utara belum secara resmi mengkonfirmasi kasus COVID-19, klaim yang dipertanyakan oleh pejabat di Korea Selatan. Tetapi negara tertutup itu telah memberlakukan tindakan anti-virus yang ketat termasuk penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan domestik.

COVAX, sebuah inisiatif global untuk berbagi vaksin COVID-19 dengan negara-negara miskin, mengatakan akan memberikan hampir 2 juta dosis ke Korea Utara tetapi pengirimannya telah tertunda di tengah konsultasi yang berlarut-larut.(*)
 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Filipina Diguncang Gempa Berkekuatan M 6,7

Sabtu, 24 Juli 2021 | 09:19 WIB

Cina Tolak Investigasi WHO, Ada Data Rahasia?

Jumat, 23 Juli 2021 | 07:32 WIB

Pembuat Kartun Nabi Muhammad Dijemput Maut

Kamis, 22 Juli 2021 | 21:55 WIB

China Dihantam Banjir, Puluhan Orang Tewas

Kamis, 22 Juli 2021 | 00:01 WIB
X