Ternyata Ini Alasan AS Doyan Suntik Dana ke Israel

- Minggu, 27 Juni 2021 | 08:03 WIB

HARIANHALUAN.COM - Peristiwa serangan Israel ke Palestina di periode awal Mei lalu membuat dunia mengutuk keras tindakan sepihak pemerintah Israel di bawah Perdana Menteri saat itu Benjamin Netanyahu yang kini diganti Naftali Bennett.

Gencatan senjata pun dilakukan pada 21 Mei silam seiring dengan jatuhnya banyak korban, terutama warga sipil Palestina.

Berdasarkan data Kantor Koordinasi Kemanusiaan PBB (OCHA UN) sejak 2008-Juni 2021, 5.946 orang Palestina telah meninggal dunia akibat konflik tersebut. Jumlah itu mencapai 96% dari total korban jiwa di kedua negara (6.208 orang, dari Israel tercatat hingga 18 Mei korban tewas 262 orang).

Sebanyak 21,8% korban jiwa di Palestina merupakan anak-anak berusia kurang dari 18 tahun. Rinciannya, sebanyak 1.011 anak laki-laki dan 244 anak perempuan.

Dari konflik ini, nama Amerika Serikat pun muncul sebagai salah satu negara paling getol berada di posisi pro Israel.

Pertanyaannya, mengapa AS memberi Israel begitu banyak bantuan?

Dilansir dari BBC, disebutkan bahwa ada sejumlah alasan mengapa AS memberikan begitu banyak bantuan kepada Israel, termasuk komitmen bersejarah sejak dukungan AS untuk pembentukan negara Yahudi pada tahun 1948.

Selain itu, Israel dipandang oleh AS sebagai sekutu penting di Timur Tengah, dengan tujuan bersama dan komitmen bersama terhadap nilai-nilai demokrasi.

Layanan Penelitian Kongres AS (The US Congressional Research Service) menilai bahwa bantuan luar negeri AS telah menjadi komponen utama dalam memperkuat dan memperkuat ikatan hubungan AS-Israel ini.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Indonesia-Pakistan Jajaki Kerja Sama Antar BUMN

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 03:00 WIB

Innalillahi, 46 Orang Tewas akibat Banjir di India

Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:35 WIB

Jamaah yang Sudah Divaksin Sinovac Dibolehkan Umrah

Selasa, 19 Oktober 2021 | 05:10 WIB

Selama Pandemi, Kasus Bunuh Diri di Thailand Meningkat

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:40 WIB
X