Covid-19 Mengamuk, Dua Negara Bagian Australia Perpanjang Lockdown

- Rabu, 21 Juli 2021 | 04:00 WIB
ilustrasi
ilustrasi

 

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM - Karantina wilayah atau lockdown diperpanjang pada di Dua dari enam negara bagian Australia, mulai pada Selasa (20/7) waktu setempat.

Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Luhut: Bisa Dilonggarkan Asal..

Negara bagian Victoria memperpanjang lockdown selama tujuh hari dan Australia Selatan mengumumkan penguncian selama sepekan, sementara Sydney berada dalam penguncian selama lima pekan. Negara bagian terpadat di Australia, New South Wales (NSW), di mana Sydney adalah ibu kotanya, sedang memerangi wabah Covid-19 terbesar, dengan total kasus melebihi 1.400.

Pihak berwenang NSW  seperti dipansir dari republika, Rabu (21/7/2021), melaporkan sedikit penurunan dalam kasus baru Covid-19 pada Selasa (20/7) saat negara bagian itu memasuki minggu keempat lockdown. NSW melaporkan 78 kasus infeksi virus corona yang ditularkan secara lokal, yakni turun dari 98 kasus pada sehari sebelumnya.

"Kami melihat lebih banyak pasien rawat inap, lebih banyak pasien masuk ke ICU (unit perawatan intensif), lebih banyak orang menggunakan ventilator - kami harus menghentikan penyebaran Covid-19," kata Kepala Petugas Kesehatan NSW Kerry Chant di Sydney.


Setidaknya terdapat 21 dari kasus baru Covid menular saat masih berada di komunitas. Jumlah itu, menurut pihak berwenang, harus mendekati nol agar langkah penguncian dapat dicabut. Lockdown cepat selama lima hari di negara bagian Victoria akan berakhir pada Selasa malam, tetapi pihak berwenang mengatakan penguncian perlu diperpanjang selama tujuh hari.

"Ada rantai penularan yang belum kita ketahui dan jika kita mau membukanya, kita akan melihat seberapa cepat (penularan) ini berjalan, kita melihat betapa menyulitkannya hal ini dalam waktu yang sangat singkat," kata pemimpin negara bagian, Victoria Daniel Andrews, di Melbourne pada Selasa.

"Kecepatan penularan virus ini melalui komunitas Victoria menegaskan bahwa kita melakukan hal yang benar dengan melakukan lockdown, dan sedihnya hal itu juga menegaskan bahwa kita membutuhkan lebih banyak waktu," ujar Andrews. (*)

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: republika.co.id

Tags

Terkini

Soal Covid-19, China Tuding AS yang Salah

Jumat, 30 Juli 2021 | 13:15 WIB
X