Cina Tolak Investigasi WHO, Ada Data Rahasia?

- Jumat, 23 Juli 2021 | 07:32 WIB
Petugas keamanan mencegah jurnalis mendekati Wuhan Institute of Virology
Petugas keamanan mencegah jurnalis mendekati Wuhan Institute of Virology

BEIJING, HARIANHALUAN.COM – Rencana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang akan melakukan investigasi tahap kedua tentang asal-usul virus korona ditolak Cina, Kamis (22/7). Kali ini, WHO juga ingin melakukan audit terhadap laboratorium dan pasar di Kota Wuhan, Cina, tempat kasus Covid-19 pertama kali ditemukan.

Investigasi tahap pertama dilakukan awal tahun ini. “Kami tidak akan menerima rencana penelusuran asal-usul seperti itu karena dalam sejumlah aspek, itu mengabaikan akal sehat dan menyangkal ilmu pengetahuan,” ujar Wakil Menteri National Health Commission (NHC) Cina Zeng Yixin kepada para wartawan.

Zeng mengaku terkejut ketika pertama kali membaca rencana investigasi tahap kedua WHO ini. Alasannya, rencana itu menyebutkan hipotesis tentang kemungkinan Cina melanggar protokol laboratorium sehingga virus bocor saat penelitian. Zeng mengulangi sikap Cina bahwa sejumlah data memang tidak bisa dibagi sepenuhnya karena bersifat rahasia.

“Kami berharap WHO akan sungguh-sungguh meninjau pertimbangan dan saran dari para ahli Cina dan benar-benar memperlakukan penelusuran asal-usul Covid-19 ini semata untuk alasan ilmiah, dan mengenyahkan campur tangan politis,” kata Zeng. Menurut dia, Cina menentang penelitian yang dipolitisasi.

Awal Juli ini, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, penelitian asal-usul pandemi Covid-19 di Cina terhalang oleh kurangnya data mentah. Data itu terutama terkait pada hari-hari awal penyebaran penyakit.

Konferensi pers tersebut dihadiri Zeng dan para petinggi dan ahli Cina. Mereka mendesak WHO untuk memperluas penelusuran ke negara lain selain Cina.

“Kami percaya, kebocoran laboratorium amat tidak mungkin dan tidak perlu mengeluarkan tenaga serta upaya lebih banyak untuk soal seperti ini,” kata Liang Wannian, ketua tim ahli dari pihak Cina saat melakukan penelitian tahap pertama bersama WHO.

Namun, dalam konferensi pers, Liang tidak menampik sepenuhnya tentang hipotesis kebocoran laboratorium. Ia hanya meminta jika memang ada bukti, investigasi juga harus dilakukan untuk membuktikan kemungkinan kebocoran laboratorium di negara lain.

Salah satu sumber yang menumbuhkan teori kebocoran laboratorium berasal dari langkah laboratorium Wuhan Institute of Virology's (WIV). Laboratorium tersebut menghapus unggahan daring sekuen gen dan database sampel pada 2019.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Republika

Tags

Terkini

Soal Covid-19, China Tuding AS yang Salah

Jumat, 30 Juli 2021 | 13:15 WIB
X