FAO Dukung Indonesia Kembangkan Budidaya Berkelanjutan

- Selasa, 6 September 2022 | 20:32 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menunjukkan materi publikasi 5 Strategi Ekonomi Biru KKP kepada Dirjen FAO Qu Dongyu saat melakukan pertemuan bilateral di sela-sela kegiatan Committee on Fisheries (COFI) ke-35 di Roma, Italia, Senin (5/9/2022) sore waktu setempat. Humas KKP
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menunjukkan materi publikasi 5 Strategi Ekonomi Biru KKP kepada Dirjen FAO Qu Dongyu saat melakukan pertemuan bilateral di sela-sela kegiatan Committee on Fisheries (COFI) ke-35 di Roma, Italia, Senin (5/9/2022) sore waktu setempat. Humas KKP

HARIANHALUAN.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan tengah mengembangkan budidaya berkelanjutan yang ramah lingkungan untuk menjaga kelestarian ekosistem perairan dan meningkatkan produksi perikanan nasional.

Langkah tersebut mendapat dukungan dari Badan Pangan Dunia (Food and Agricultural Organization/FAO) karena akan berkontribusi pada ketahanan pangan global yang diprediksi terus meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun.

"Salah satu dari strategi Ekonomi Biru KKP adalah pengembangan budidaya ramah lingkungan, khususnya untuk komoditas udang, lobster, kepiting, rumput laut, dan ikan-ikan dengan nilai ekonomi tinggi seperti kerapu dan kakap," ujar Menteri Trenggono dalam pertemuan bilateral dengan Dirjen FAO Qu Dongyu di Roma, Italia, Senin (5/9/2022) sore waktu setempat sebagaiamana keterangan pers Biro Humas dan Kerjasama Luar Negeri KKP kepada harianhaluan.com.

Baca Juga: Gawat, Banyak Lubang Ancam Nyawa di Jalan Baypass Kota Pariaman

Kebijakan budidaya berkelanjutan ini, sambungnya, juga bertujuan untuk mengurangi kegiatan penangkapan ikan di laut, terutama untuk jenis-jenis ikan tertentu. Dengan demikian nelayan tidak lagi bergantung pada hasil tangkapan sebagai satu-satunya sumber penghasilan, dan populasi ikan di laut tetap terjaga.

Untuk memperkuat kebijakan budidaya berkelanjutan, Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mendorong penggunaan pakan yang tidak merusak lingkungan dan menggantinya dengan bahan baku nabati. Contoh yang telah dilakukan adalah menggunakan magot sebagai bahan baku pakan.

"Inovasi terus kami lakukan untuk menghadirkan pakan yang ramah lingkungan. Ini sangat penting karena bahan baku pakan saat ini sebagian besar masih bergantung pada hasil laut, sementara tujuan mengembangkan budidaya di antaranya untuk mengurangi tangkapan di laut," pungkasnya.

Baca Juga: ECE C20 Indonesia Sesalkan Ketidakmampuan Menteri Lingkungan dan Iklim G20

Dirjen Perikanan Budidaya KKP TB Haeru Rahayu menambahkan, dari pengembangan budidaya berkelanjutan tersebut, Pemerintah Indonesia salah satunya menargetkan produksi udang nasional sebanyak 2 juta ton pada tahun 2024. Hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan udang dalam negeri serta pasar global.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Tags

Terkini

Ini Tema Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2022

Rabu, 30 November 2022 | 18:37 WIB

Tak Gentar! Qatar Tetap Larang LGBT dan Bir

Sabtu, 26 November 2022 | 14:08 WIB
X