Pemerintah India Sangkal Jutaan Warganya Meninggal Akibat Covid-19

- Jumat, 23 Juli 2021 | 13:59 WIB
ilustrasi (TAUSEEF MUSTAFA)
ilustrasi (TAUSEEF MUSTAFA)

 

HARIANHALUAN.COM - Studi terbaru yang menunjukkan bahwa jutaan orang telah meninggal di India akibat Covid-19 disangkal oleh pemerintah setempat. Seperti dilaporkan AFP, jumlah tersebut berarti beberapa kali lipat dari jumlah resmi hampir 420.000 orang.

Baca Juga: Dari Sekuriti hingga Pegawai Diperiksa Terkait Kebakaran Kantor BPOM

Namun dikatakan dalam satu pernyataan bahwa beberapa negara bagian India sekarang "mendamaikan" data mereka setelah berurusan dengan lonjakan kasus pada bulan April dan Mei.

Pada Selasa, satu studi oleh kelompok riset Amerika Serikat (AS), Pusat Pengembangan Global, menunjukkan bahwa antara 3,4 juta hingga 4,7 juta orang telah meninggal di India, antara delapan dan 11 kali jumlah resmi.

Baca Juga: Subsidi Gaji Rp 1 Juta Pekerja Kapan Cairnya?

Riset tersebut akan memberi India dengan gelar jumlah kematian tertinggi di dunia. Saat ini, jumlah korban resmi 419.000 mengikuti Amerika Serikat pada 610.000 orang dan Brasil dengan 545.000 orang.

Studi ini adalah yang terbaru untuk meragukan angka resmi India, menunjukkan pencatatan yang buruk dan tingkat kematian per juta sekitar setengah dari rata-rata global.

Para peneliti telah melihat secara khusus pada "kelebihan kematian", jumlah kematian tambahan dibandingkan dengan waktu normal, dan pada tingkat kematian di negara lain.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: beritasatu.com

Tags

Terkini

Asal Mula Peringatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Rabu, 22 September 2021 | 07:53 WIB

4 Orang Kaya Dunia Ini Tak Mau Wariskan Harta Pada Anak

Senin, 20 September 2021 | 20:00 WIB

Manny Pacquiao Calon Presiden Philipina

Senin, 20 September 2021 | 00:01 WIB

Afghanistan Lagi-lagi Dibom, 7 Orang Meninggal Dunia

Minggu, 19 September 2021 | 08:30 WIB

Kopi Nusantara Tarik Perhatian Pelaku Usaha di Turki

Sabtu, 18 September 2021 | 23:26 WIB
X