Covid-19 Kembali Meledak, Malaysia Terpaksa Lockdown Berjilid

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 13:33 WIB
Warga Malaysia menggencarkan kampanye kibar bendera putih untuk saling membantu menghadapi masa sulit, terutama karena lockdown demi meredam Covid-19.
Warga Malaysia menggencarkan kampanye kibar bendera putih untuk saling membantu menghadapi masa sulit, terutama karena lockdown demi meredam Covid-19.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Malaysia mencatatkan rekor terbaru kasus Covid-10 dengan 15.573 positif baru pada Jumat (23/7). Rekor ini melampaui rekor tertinggi sebelumnya dengan lebih dari 2.000 kasus.

Melansir Channel News Asia (CNA), Sabtu (24/7/2021) kasus ini juga menjadi catatan bahwa untuk pertama kalinya negara itu menembus angka 15.000 atas kasus positif harian.

Daerah Lembah Klang sekali lagi menyumbang lebih dari setengah kasus mencapai 7.672, kemudian di Selangor dan 2.063 di Kuala Lumpur. Ada juga 722 kasus baru di Johor dan 530 di Penang. Sementara itu, sebanyak 144 kasus kematian dan menjadikan jumlah korban menjadi 7.718 orang.

Data juga mencatat ada 939 pasien di unit perawatan intensif, dengan 456 diantaranya membutuhkan bantuan pernapasan. Saat ini, masyarakat masih menunggu untuk menerima vaksin Covid-19 di pusat vaksinasi di Kuala Lumpur.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan 53,1% kasus baru tidak menunjukkan gejala sementara 45,6 persen memiliki gejala ringan. Sekitar 102 kasus atau 0,6 persen mengalami infeksi paru-paru, sementara 74 orang atau 0,5 persen membutuhkan oksigen. Sisanya 29 kasus atau 0,2 persen menggunakan ventilator dalam kondisi kritis.

Juli telah menjadi bulan dengan beberapa rekor tertinggi untuk Malaysia, yang telah menerapkan penguncian wilayah secara nasional sejak 1 Juni. Negara ini mencapai rekor tertinggi sebelumnya dengan 13.215 kasus pada minggu lalu.

Angka rekor juga dicapai pada 9 Juli, 10 Juli, 13 Juli, dan 14 Juli. Malaysia juga mencatat penghitungan harian tertinggi kedua pada 22 Juli dan menjadi hari paling mematikan sejak dimulainya pandemi pada 21 Juli dengan 199 kematian.

Lonjakan kasus terjadi di tengah berbagai masalah yang saat ini membebani negara, termasuk pergolakan politik di antara para pemimpin partai serta seruan untuk pembukaan parlemen. Warga mengambil tindakan dengan membawanya ke ranah Internet untuk mengungkapkan ketidaksenangan mereka dengan para pemimpin saat ini.

Mereka juga telah membentuk gerakan "bendera putih" dalam upaya membantu mereka yang paling terpukul oleh pandemi. Pasalnya warga tidak cukup didukung oleh upaya bantuan pemerintah.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Asal Mula Peringatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Rabu, 22 September 2021 | 07:53 WIB

4 Orang Kaya Dunia Ini Tak Mau Wariskan Harta Pada Anak

Senin, 20 September 2021 | 20:00 WIB

Manny Pacquiao Calon Presiden Philipina

Senin, 20 September 2021 | 00:01 WIB

Afghanistan Lagi-lagi Dibom, 7 Orang Meninggal Dunia

Minggu, 19 September 2021 | 08:30 WIB

Kopi Nusantara Tarik Perhatian Pelaku Usaha di Turki

Sabtu, 18 September 2021 | 23:26 WIB
X