Setelah Digerogoti Varian Delta, Begini Kondisi India

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 15:22 WIB
Pelonggaran lockdown di India
Pelonggaran lockdown di India

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pada Oktober lalu, varian delta pertama kali terdeteksi di India. Kemudian menyebar dan menyebabkan gelombang besar kedua kasus Covid-19 hingga ke seluruh dunia.

Delta menggantikan varian alfa yang sebelumnya dominan. Pertama kali terdeteksi di Inggris pada musim gugur yang lalu, dan telah memicu gelombang infeksi lebih lanjut di Eropa dan peningkatan yang tidak menyenangkan dalam kasus-kasus di AS.

"Varian delta saat ini memang membuat 83% dari semua kasus berurutan di AS", ungkap direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, Dr. Rochelle Walensky, Selasa lalu, bertepatan dengan kenaikan dramatis dari 50% pada minggu 3 Juli.

Organisasi Kesehatan Dunia telah memperingatkan keganasan dari varian delta. Dalam beberapa bulan mendatang dimungkinkan penyebaran masih akan terjadi di berbagai negara.

Dalam laporan mingguan terbaru pada hari Rabu, WHO mencatat bahwa pada 20 Juli, prevalensi delta di antara spesimen yang diurutkan selama empat minggu terakhir melebihi 75% di banyak negara di seluruh dunia termasuk Australia, Bangladesh, Botswana, Cina, Denmark, India, Indonesia, Israel, Portugal, Rusia, Singapura, Afrika Selatan, dan Inggris.

Tapi bagaimana dengan India di mana varian delta pertama kali muncul di bulan Oktober?

Data menunjukkan situasinya masih buruk, tetapi tidak seburuk ketika gelombang kedua memuncak di negara itu, ketika kasus baru setiap hari lebih dari 400.000. Pada 7 Mei, India melaporkan 414.188 infeksi baru yang mengejutkan dan beberapa ribu kematian.

Untungnya, kasus telah menurun secara signifikan sejak saat itu. Pada hari Kamis, India melaporkan 41.383 infeksi virus corona baru dan 507 kematian baru, Kementerian Kesehatan India mencuit.

Rata-rata tujuh hari dari 38.548 kasus baru setiap hari menandai penurunan 3% dari rata-rata sebelumnya, menurut data dari Universitas Johns Hopkins dan Our World in Data.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Asal Mula Peringatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Rabu, 22 September 2021 | 07:53 WIB

4 Orang Kaya Dunia Ini Tak Mau Wariskan Harta Pada Anak

Senin, 20 September 2021 | 20:00 WIB

Manny Pacquiao Calon Presiden Philipina

Senin, 20 September 2021 | 00:01 WIB

Afghanistan Lagi-lagi Dibom, 7 Orang Meninggal Dunia

Minggu, 19 September 2021 | 08:30 WIB

Kopi Nusantara Tarik Perhatian Pelaku Usaha di Turki

Sabtu, 18 September 2021 | 23:26 WIB
X