Pangeran Arab Dikecam karena Melayat Ratu Elizabeth II

- Senin, 19 September 2022 | 06:36 WIB
Pangeran Mohammed bin Salman. Ist
Pangeran Mohammed bin Salman. Ist

HARIAN HALUAN - Rencana Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman yang dijadwalkan mendarat di London, Inggris, pada Minggu, 18 September 2022, untuk memberikan penghormatan kepada Ratu Elizabeth II mendapat kecaman.

Kecaman tersebut datang dari Hatice Cengiz dan pembela hak asasi manusia (HAM) lain. Cengiz sendiri merupakan tunangan seorang jurnalis Saudi Jamal Khashoggi yang dibunuh dan dipotong-potong oleh agen Saudi di Konsulat Istanbul pada 2018 lalu.

Baca Juga: Pangeran Willaim Sampaikan Duta Atas Meninggalnya Ratu Elizabeth II

Melansir dari The Guardian melalui CNBC Indonesia, Senin, 19 September 2022, Cengiz berharap Pangeran Mohammed ditangkap saat tiba di London, karena diyakini terlibat pembunuhan Jamal Khashoggi. Namun, ia ragu hal itu akan dilakukan oleh pihak berwenang Inggris.

Sebuah sumber mengatakan kepada Guardian bahwa Pangeran Mohammed akan melakukan perjalanan ke Inggris untuk menyampaikan belasungkawa kerajaannya kepada keluarga kerajaan. Meski demikian tidak ada konfirmasi atau informasi tentang apakah dia akan menghadiri upacara pemakaman di Westminster Abbey.

Baca Juga: Terungkap! Alasan Ratu Elizabeth I Tidak Menikah Seumur Hidup

Berdasarkan laporan intelijen AS yang dirilis pada tahun 2021 menemukan bahwa operasi untuk membunuh atau menculik Khashoggi telah disetujui oleh Pangeran Mohammed. Laporan itu mengatakan penilaiannya didasarkan pada "kontrol pengambilan keputusan" putra mahkota. Namun Putra mahkota telah membantah bahwa dia secara pribadi terlibat dalam perencanaan pembunuhan itu.

"Meninggalnya sang Ratu adalah peristiwa yang benar-benar menyedihkan. Putra mahkota seharusnya tidak diizinkan untuk menjadi bagian dari duka ini dan tidak diizinkan untuk menodai ingatannya dan menggunakan waktu berkabung ini untuk mencari legitimasi dan normalisasi," ujar Cengiz.

Berita bahwa pewaris takhta Saudi akan melakukan perjalanan pertamanya ke London sejak 2018 disambut dengan kekecewaan di antara beberapa orang Saudi di pengasingan, termasuk Abdullah Alaoudh, seorang pembangkang Saudi yang berbasis di Washington yang merupakan direktur penelitian Dawn, sebuah organisasi nirlaba. didirikan oleh Khashoggi yang mempromosikan demokrasi di Timur Tengah.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Tema Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2022

Rabu, 30 November 2022 | 18:37 WIB

Tak Gentar! Qatar Tetap Larang LGBT dan Bir

Sabtu, 26 November 2022 | 14:08 WIB
X