Soal Covid-19, China Tuding AS yang Salah

- Jumat, 30 Juli 2021 | 13:15 WIB
ilustrasi
ilustrasi

BEIJING, HARIANHALUAN.COM — Pemerintah China mengatakan Amerika Serikat (AS) bersalah atas tiga hal terkait respons pandemi virus corona jenis baru (Covid-19), termasuk mengenai penelusuran asal usul penyakit wabah yang menjadi pandemi dunia saat ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Zhao Lijian menyampaikan pernyataan tersebut pada Kamis (29/7). Sebelumnya, AS menyebut pandangan mengenai asal usul Covid-19 yang diyakini memang berasal dari Negeri Tirai Bambu, sesuai dengan di mana kasus penyakit ini pertama kali dikonfirmasi.

Menurut Lijian, AS membiarkan virus menyebar tanpa terkendali, bahkan meski negara ini menjadi pemimpin dunia dalam hal teknologi medis. Ia menyebut Washington membiarkan manipulasi politik dan mengesampingkan pengendalian epidemi, yang menyebabkan sekitar 35 juta orang Amerika terinfeksi virus wabah dan lebih dari 610.000 kematian terjadi.

“AS telah gagal melakukan tindakan pengendalian perjalanan keluar yang efektif dan banyak negara melaporkan kasus Covid-19 impor dari Amerika,” ujar Zhao, dilansir China.org, Jumat (30/7).

Lebih lanjut, Zhao mengatakan bahwa AS mengabaikan tantangan masyarakat internasional dengan mempercepat pemulangan puluhan ribu imigran ilegal yang terinfeksi virus corona, memperburuk epidemi di banyak negara Amerika Latin.

China juga mengkritik AS karena menyembunyikan kebenaran dari dunia, mengutip sebuah penelitian oleh Universitas Washington yang menunjukkan jumlah infeksi dan kematian akibat Covid-19 di negara itu masing-masing bisa mencapai 65 juta dan 900.000, jauh lebih tinggi dibanding data statistik resmi. Zhao mengatakan AS mungkin telah mempraktikkan terorisme, dengan dalih penelusuran asal penyakit virus.

"Sejak pemerintahan sebelumnya menciptakan istilah 'virus China', AS tidak berhenti berusaha menjual cerita yang menstigmatisasi China," kata Zhao.

Menurut Zhao, AS berusaha menghubungkan asal virus dengan China dan bahkan negara-negara Asia yang telah menyebabkan meningkatnya sentimen anti-Asia di Amerika dan beberapa negara Barat lainnya. Banyak orang keturunan Asia pada akhirnya khawatir akan diskriminasi, penindasan, dan bahkan kekerasan fisik.

China juga menuduh Amerika Serikat memainkan trik kotor pada komunitas ilmiah, dengan membuat banyak ilmuwan yang blak-blakan mengalami pelecehan verbal dan ancaman serangan fisik. Zhao mengatakan tiga kesalahan yang disebutkan di atas hanyalah puncak gunung es dari manipulasi politik yang dilakukan oleh Amerika.

Zhao menambahkan bahwa itu adalah konsensus universal masyarakat internasional untuk menolak manipulasi politik dari masalah penelusuran asal Covid-19. Sejauh ini, 60 negara telah mengirimkan surat kepada Direktur Jenderal WHO untuk menyatakan posisi mereka.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: republika.co.id

Terkini

Asal Mula Peringatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Rabu, 22 September 2021 | 07:53 WIB

4 Orang Kaya Dunia Ini Tak Mau Wariskan Harta Pada Anak

Senin, 20 September 2021 | 20:00 WIB

Manny Pacquiao Calon Presiden Philipina

Senin, 20 September 2021 | 00:01 WIB

Afghanistan Lagi-lagi Dibom, 7 Orang Meninggal Dunia

Minggu, 19 September 2021 | 08:30 WIB

Kopi Nusantara Tarik Perhatian Pelaku Usaha di Turki

Sabtu, 18 September 2021 | 23:26 WIB

Mantan Pesepak Bola Dunia Pele Kembali Dilarikan ke ICU

Sabtu, 18 September 2021 | 11:10 WIB
X