Penumpang Asing yang Langgar Aturan Covid-19 di Arab Saudi Kena Denda Rp 1,9 M

- Senin, 2 Agustus 2021 | 11:40 WIB
Terminal baru di Bandara Arar di perbatasan utara Arab Saudi yang diresmikan, Rabu (17/2). (Foto: SPA)
Terminal baru di Bandara Arar di perbatasan utara Arab Saudi yang diresmikan, Rabu (17/2). (Foto: SPA)

RIYADH, HARIANHALUAN.COM -- Pihak berwenang Arab Saudi memberikan denda senilai 500 ribu riyal Saudi atau Rp 1,9 miliar untuk penumpang penerbangan internasional yang melanggar aturan pencegahan Covid-19. Denda tersebut akan diberikan bagi penumpang dari negara-negara yang masuk daftar merah Kerajaan.

Tak hanya itu, jaksa penuntut umum memperingatkan hukuman juga akan diterapkan pada mereka yang bertanggung jawab atas penggunaan alat transportasi tersebut. Dilansir di Saudi Gazette, Senin (2/8), Penuntut Umum menegaskan para pelancong yang datang ke Kerajaan dengan penerbangan internasional dan mereka yang bertanggung jawab atas transportasi dan operator perjalanan melalui pelabuhan, harus mengungkapkan apakah mereka pernah melakukan kunjungan ke salah satu negara yang terkena dampak wabah Covid-19 atau strain yang bermutasi.

Dilansir dari Republika, jika saat pemeriksaan mereka tidak mengungkapkan ini, tindakan hukuman berat akan diberikan terhadap mereka. Pelanggar akan dihukum dengan denda hingga setengah juta riyal. Sementara operator atau pemilik alat pengangkut (transportasi) akan menanggung kerugian akibat pelanggaran tersebut.

Jika pelanggaran ini disertai dengan tindak pidana, kasus terhadap pelaku akan dirujuk ke Penuntut Umum sebelum mengajukan kasus ke pengadilan yang berwenang. Pemerintah Arab Saudi juga melarang warga negaranya bepergian ke negara-negara 'daftar merah'. Jika melanggar, mereka akan dilarang bepergian selama tiga tahun.

Daftar negara zona merah ini dibuat sebagai bagian dari upaya Kerajaan mengekang penyebaran virus Covid-19 dan varian barunya. Adapun larangan perjalanan atau transit ini berlaku untuk India, Vietnam, Argentina, Ethiopia, Lebanon, Brasil, Mesir, Afghanistan, Indonesia, Pakistan, Afrika Selatan, Turki dan Uni Emirat Arab.

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Republika

Tags

Terkini

Kepala Sekolah Ini Dipenjara 10 Hari karena Ludahi Guru

Senin, 27 September 2021 | 10:50 WIB

Waspada! WHO Identifikasi Varian Baru Covid-19 R.1

Minggu, 26 September 2021 | 08:27 WIB

Ngeri! Taliban Gantung Mayat Laki-laki di Pusat Kota

Minggu, 26 September 2021 | 06:45 WIB

Asal Mula Peringatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Rabu, 22 September 2021 | 07:53 WIB
X