Ilmuwan Swiss Ungkap Tidak Ada Bukti Virus Corona Bocor dari Lab di Wuhan

- Senin, 2 Agustus 2021 | 13:43 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Tudingan bahwa virus corona bocor dari salah satu laboratorium di Kota Wuhan, China tengah "lebih bersifat politis". Pernyataan itu diungkapkan oleh pakar penyakit menular kenamaan di Rumah Sakit Universitas Jenewa, Didier Pittet.

Tidak ada bukti bahwa virus corona bocor dari laboratorium Wuhan, kata Pettet, yang juga merupakan penemu pembersih tangan, kepada Kantor Berita Sputnik Rusia dalam wawancara yang dipublikasi Sabtu (31/7).

Baca Juga: BPP HIPMI Akan Gelar Vaksinasi untuk Ketahanan Bangsa

Orang-orang sering lupa bahwa bakteri penghancur pertama yang lolos dari sebuah laboratorium terjadi di Amerika Serikat, catatnya.

Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump gencar menyuarakan dugaan bahwa virus corona baru yang pertama kali ditemukan di pasar hewan Wuhan, China, itu kemungkinan akibat kelalaian yang bersumber dari laboratorium virologi Wuhan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menurunkan tim ahlinya melakukan penyelidikan tentang asal-usul COVID-19 di Wuhan, namun hasilnya secara definitif tak menyebut adanya kebocoran virus dari laboratorium. (*)

Editor: Heldi Satria

Sumber: Merdeka.com

Tags

Terkini

Kepala Sekolah Ini Dipenjara 10 Hari karena Ludahi Guru

Senin, 27 September 2021 | 10:50 WIB

Waspada! WHO Identifikasi Varian Baru Covid-19 R.1

Minggu, 26 September 2021 | 08:27 WIB

Ngeri! Taliban Gantung Mayat Laki-laki di Pusat Kota

Minggu, 26 September 2021 | 06:45 WIB

Asal Mula Peringatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Rabu, 22 September 2021 | 07:53 WIB
X