Ngeri! Kim Jong-un Tembak Mati Perwira Tinggi Korut Gara-gara Kritik Perintahnya

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 03:10 WIB
Kim Jong-un
Kim Jong-un

SEOUL, HARIANHALUAN.COM – Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un telah mengeksekusi seorang perwira tinggi militer yang mengkritik perintahnya untuk memasok makanan kepada rakyat Korea Utara yang kelaparan.

Perwira berpangkat mayor jenderal yang bertanggung jawab atas markas logistik Kamp Pelatihan 815 itu diadili di pengadilan militer dan ditembak pada 18 Juli, menurut laporan.

Pria yang belum diidentifikasi identitasnya itu disebut-sebut menyebut perintah khusus Kim "tidak realistis" dan "perintah yang mengabaikan kenyataan," kata seorang sumber kepada Daily NK.

Perintah Kim menyerukan agar gudang beras militer dibuka untuk didistribusikan ke rakyat negara yang tengah dilanda kelaparan.

Orang-orang mengetahui tentang eksekusi tersebut setelah “pemberitahuan” dari pihak berwenang kepada perwira militer berpangkat kepala departemen ke atas. Menurut sumber itu, pemberitahuan tersebut dikirim pada 22 Juli dan merinci contoh terbaru dari "penilaian keras".

Pemberitahuan itu mengatakan setelah menerima perintah dari partai yang berkuasa, sang komandan “secara diam-diam” mengeluh bahwa “lumbung militer menghadapi masalah yang lebih serius daripada masalah (kekurangan) makanan yang dihadapi rakyat.”

Dia juga dilaporkan berkata: "Jika mereka akan memeras kita sambil tetap mengabaikan situasi di daerah belakang yang lebih parah, dari mana kita akan menghasilkan semua beras itu, bukan pasir dari dasar sungai?," demikian dilansir The Sun.

Karena kritiknya, ia secara efektif dicap sebagai "sektarian" di mata pihak berwenang, kata laporan itu.

Diperkirakan, dengan hukuman itu pihak berwenang bermaksud untuk memicu ketakutan dan menekankan bahwa “orang-orang yang secara langsung menentang kebijakan partai tidak akan menerima pengampunan, terlepas dari siapa mereka."

Kim dikatakan telah mengetahui betapa buruknya persediaan beras militer Korea Utara menyusul pertemuan besar dengan politbiro pada 29 Juni.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: okezonenews.com

Terkini

Kepala Sekolah Ini Dipenjara 10 Hari karena Ludahi Guru

Senin, 27 September 2021 | 10:50 WIB

Waspada! WHO Identifikasi Varian Baru Covid-19 R.1

Minggu, 26 September 2021 | 08:27 WIB

Ngeri! Taliban Gantung Mayat Laki-laki di Pusat Kota

Minggu, 26 September 2021 | 06:45 WIB

Asal Mula Peringatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Rabu, 22 September 2021 | 07:53 WIB
X