China Hentikan Penjualan Tiket 23 Stasiun Kereta Api ke Beijing, Dampak Lonjakan Covid-19

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 00:03 WIB
Ilustrasi bendera China. (Foto: AP)
Ilustrasi bendera China. (Foto: AP)

HARIANHALUAN.COM - Pemerintah China untuk sementara menghentikan penjualan tiket 23 stasiun kereta api ke Beijing. Hal ini lantaran terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

Pada Selasa (3/8/2021), China melaporkan 96 kasus baru Covid-19, dan setidaknya 71 kasus di antaranya ditularkan secara lokal. Itu adalah jumlah kasus lokal tertinggi di China sejak Januari 2021.

“Sehubungan dengan situasi saat ini, 23 stasiun kereta api telah menghentikan penjualan tiket untuk penumpang tujuan Beijing," kata China Railway Beijing Group Co.

“Semua 31 wilayah tingkat provinsi di daratan Tiongkok telah mendesak warga untuk tidak pergi ke daerah berisiko sedang dan tinggi Covid-19 atau meninggalkan provinsi asal mereka, kecuali untuk perjalanan mendesak,” lapor kantor berita Xinhua.

Beijing telah menangguhkan 13 kereta api dengan tujuan Nanjing dan Yangzhou di Provinsi Jiangsu, Zhengzhou di Provinsi Henan, dan Zhangjiajie di Provinsi Hunan.

Wabah terbaru pertama kali dilaporkan pada 20 Juli di Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu Timur, di mana beberapa petugas kebersihan bandara dinyatakan positif Covid-19. Menurut otoritas China, kasus itu berkaitan dengan penerbangan dari Rusia yang mendarat di Nanjing bulan lalu.

“Semua penerbangan di bandara di Nanjing dan Yangzhou telah ditangguhkan. Sembilan terminal bus jarak jauh di Nanjing dan layanan bus umum di Yangzhou juga berhenti beroperasi," tambah Xinhua.

Saat ini 7.500 desa di Nanjing memberlakukan karantina. Sementara itu, Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, mengarantina setidaknya 17 komunitas setelah kasus varian Delta dilaporkan di wilayah tersebut.

Sejak Desember 2019, China telah melaporkan total 93.289 kasus, termasuk 4.636 kematian. Negara berpenduduk 1,4 miliar ini juga memimpin tingkat vaksinasi dunia dengan setidaknya 1,69 miliar dosis vaksin. China juga telah mengekspor lebih dari 700 juta dosis vaksin ke lebih dari 100 negara dan organisasi internasional.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: republika.co.id

Terkini

Asal Mula Peringatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Rabu, 22 September 2021 | 07:53 WIB

4 Orang Kaya Dunia Ini Tak Mau Wariskan Harta Pada Anak

Senin, 20 September 2021 | 20:00 WIB

Manny Pacquiao Calon Presiden Philipina

Senin, 20 September 2021 | 00:01 WIB

Afghanistan Lagi-lagi Dibom, 7 Orang Meninggal Dunia

Minggu, 19 September 2021 | 08:30 WIB

Kopi Nusantara Tarik Perhatian Pelaku Usaha di Turki

Sabtu, 18 September 2021 | 23:26 WIB
X