Kerajaan Arab Saudi Sebut 25 Persen Warganya Telah Divaksinasi Lengkap

Rahma Nurjana
- Kamis, 5 Agustus 2021 | 10:02 WIB
25 Persen Warga Arab Saudi Telah Divaksinasi Lengkap. (Foto: AP)
25 Persen Warga Arab Saudi Telah Divaksinasi Lengkap. (Foto: AP)

RIYADH, HARIANHALUAN.COM -- Kerajaan Arab Saudi mengklaim telah berada di jalur untuk mencapai kekebalan populasi pada Oktober mendatang. Pasalnya, 25 persen populasi warganya telah divaksin dengan dua dosis vaksin Covid-19.

Dilansir dari Al Arabiya, Rabu (4/8), rencana Arab Saudi untuk mencapai kekebalan populasi dan memvaksinasi setidaknya 70 persen penduduknya tahun ini disebut sudah sesuai rencana. Karena saat ini sudah seperempat orang di Kerajaan telah menerima dua dosis.

Sebanyak delapan juta warga dan penduduk setara dengan 25 persen dari total populasi telah menerima dua dosis vaksin Covid-19. Sementara lebih dari 19 juta orang atau 56 persen dari populasi telah menerima dosis pertama mereka.

Kementerian Kesehatan Saudi mengatakan lebih dari 28 juta dosis vaksin Covid-19 telah diberikan di seluruh negeri di lebih dari 587 pusat inokulasi. Jumlah rata-rata dosis yang diberikan setiap hari sedikit di atas 365 ribu.

Arab Saudi telah menyetujui empat vaksin Covid-19: Pfizer-BioNTech, Moderna, Oxford-AstraZeneca, dan suntikan dosis tunggal Johnson & Johnson. Untuk mendorong lebih banyak orang untuk divaksinasi, Arab Saudi membatasi aktivitas penduduk yang tidak divaksinasi di negara tersebut. Tanpa bukti vaksinasi, individu tidak dapat memasuki mal, restoran, kafe, salon kecantikan, pangkas rambut, pusat perbelanjaan, fasilitas pemerintah dan swasta, sekolah negeri dan swasta, pernikahan, acara, dan pasar.

Transportasi umum dan semua kegiatan ekonomi, komersial, budaya, rekreasi, dan olahraga dibatasi untuk individu yang divaksinasi. Sementara Arab Saudi telah membuka kembali perbatasannya untuk turis, hanya mereka yang telah divaksinasi dengan vaksin Covid-19 yang disetujui yang akan diizinkan masuk. Wisatawan yang menerima vaksin Sinopharm atau Sinovac dapat memasuki Kerajaan jika mereka telah menerima suntikan ketiga dari salah satu dari empat vaksin yang disetujui. (*)

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Republika

Tags

Terkini

Kim Jong Un Sakit Keras, Disebut Tak Bisa Berbaring

Jumat, 12 Agustus 2022 | 17:57 WIB

Oleksiy Vadatursky, Konglomerat Ukraina Dibom Rusia

Senin, 1 Agustus 2022 | 13:36 WIB

Joe Biden Positif Covid-19 Lagi, Begini Gejalanya!

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:21 WIB
X