Mengenal Apa itu ADHD, Gangguan Hiperaktif dan Kurang Perhatian pada Anak dan Dewasa

- Selasa, 21 Maret 2023 | 14:01 WIB
Mengenal ADHD, Gangguan Hiperaktif dan Kurang Perhatian pada Anak dan Dewasa (freepik/andreyoskirko)
Mengenal ADHD, Gangguan Hiperaktif dan Kurang Perhatian pada Anak dan Dewasa (freepik/andreyoskirko)

HARIANHALUAN.COM - Kelainan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau gangguan hiperaktif dan kurang perhatian adalah kondisi neurodevelopmental yang sering ditemukan pada anak-anak maupun remaja.

Kondisi ADHD memengaruhi kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi, mengendalikan perilaku impulsif, dan mengatur tingkat aktivitas fisik.

Meski ADHD sering kali didiagnosis pada anak-anak, kondisi ini juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Baca Juga: Manfaatkan Jabatan Kabareskrim Agus Andrianto, Sang Istri Evi Celiyanti Jual Baju Berlabel Bareskrim Siaga

Tanda dan gejala ADHD biasanya mulai terlihat pada usia dini dan dapat berlanjut hingga usia dewasa jika tidak diobati dengan tepat.

Ada tiga jenis ADHD, yaitu ADHD tipe hiperaktif-impulsif, ADHD tipe kurang perhatian, dan ADHD tipe gabungan.

ADHD tipe hiperaktif-impulsif ditandai dengan perilaku hiperaktif seperti kesulitan duduk diam, merasa gelisah, dan cenderung mengambil risiko.

Baca Juga: Adakan Klarifikasi Mengenai Gaya Hidup Istrinya, Sekda Riau Malah Dinilai Menipu?

ADHD tipe kurang perhatian ditandai dengan kesulitan berkonsentrasi dan sering kali terlihat tidak terorganisir atau lalai. ADHD tipe gabungan memiliki tanda dan gejala dari kedua jenis ADHD sebelumnya.

Tidak diketahui secara pasti apa penyebab ADHD, namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemungkinan seseorang mengalami kondisi ini, seperti faktor genetik, lingkungan, dan faktor biologis.

Beberapa kondisi medis lain seperti gangguan bipolar, gangguan kecemasan, dan gangguan tidur juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami ADHD.

Baca Juga: Perbaiki Diri Sebelum Ramadhan 1444 Hijriah dengan Mengobati Hati yang Sakit dengan Cara-cara Ini

Diagnosis ADHD melibatkan pemeriksaan fisik dan psikologis oleh dokter. Pemeriksaan fisik bertujuan untuk mengidentifikasi apakah ada kondisi medis lain yang menyebabkan gejala-gejala yang mirip dengan ADHD.

Sementara pemeriksaan psikologis melibatkan pengumpulan informasi dari pasien dan orang-orang yang dekat dengan pasien untuk menilai gejala-gejala ADHD.

Setelah diagnosis ditegakkan, pengobatan ADHD dapat dilakukan dengan menggunakan terapi perilaku, terapi obat-obatan, atau kombinasi keduanya.

Halaman:

Editor: Riezky Maulana

Sumber: psychologytoday.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X