HARIANHALUAN.COM - Kanker serviks merupakan penyakit yang disebabkan HPV (human papillomavirus) yang biasanya diderita oleh banyak wanita.
Namun ternyata bukan hanya pada wanita saja namun pria juga dapat dapat terinfeksi kanker serviks dan jenis penyakit kelamin lainnya.
Hal tersebut dibenarkan oleh Spesialis Kandungan dan Ginekologi dr. Cindy Rani Wirasti, Sp.O.G. bahwa HPV memiliki berbagai tipe.
Baca Juga: Ini Jurus Menhub Budi Karya Antisipasi Macet Mudik Lebaran 2023 di Tol Cipali
Ada yang berisiko tinggi yang menyebabkan kanker serviks, sementara tipe risiko rendah menyebabkan penyakit lain seperti kutil kelamin.
HPV sendiri juga dapat menyebabkan kanker anal, kanker vagina, kanker orofaring, kanker penis dan kanker vulv pada laki-laki yang tidak melakukan sunar dan melakukan seks bebas yang memungkinkan mereka memiliki banyak partner seksual.
"Ketika tidak disunat, ada kulit penis melipat dan bila kebersihan kurang terjaga bisa berisiko terinfeksi HPV," kata dr Cindy dilansie Okezone, Sabtu, 25 Maret 2023.
Baca Juga: Imbas Surat Terbuka Pegawai Milenial yang Kuliti Borok Atasan: 21 Pegawai Dihukum
Karena kemungkinan terkena infeksi menular sangat tinggi jika melakukan hubungan seksual. Salah satu cara pencegahan yang dapat dilakukan oleh kaum adam dalam menghadapi infeksi HPV adalah dengan mendapatkan vaksin HPV.
Karena vaksin tersebut bisa diberikan untuk perempuan dan pria. Sebagai informasi pemerintah menargetkan anak perempuan usia kelas 5 SD dan 6 SD sebagai penerima vaksinasi HPV.
Kegiatan vaksin tersebut telah masuk ke dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (SD). Vaksinasi HPV akan diberikan pertama kali untuk anak usia kelas 5 SD dan dosis kedua diberikan setahun kemudian.***
Artikel Terkait
Penderita Kanker Serviks di Padang Terus Meningkat
Peneliti Diduga Buat Bakteri yang Diklaim Bisa Lawan Kanker, Gimana Hasilnya?
Mengenali Risiko Kanker Payudara, Jaga Tetap Sehat dengan Pemeriksaan Mandiri dan Dukungan Terapi
Kanker Serviks jadi Urutan ke 2 Paling Sering Menyerang Wanita, Yuk Deteksi Dini dengan Pap Smear