Manfaat Olahraga yang Baik dan Benar untuk Mencegah Virus Corona Penyebab Covid-19

- Senin, 13 September 2021 | 13:05 WIB
Sumber gambar: Pixabay.com
Sumber gambar: Pixabay.com

Dilansir melalui hellosehat.com, berkonsultasi dengan dokter sebelum berolahraga, bermanfaat untuk mengurangi risiko dari olahraga. Selain itu, berkonsultasi dengan dokter sebelum berolahraga, dapat memaksimalkan manfaat yang diberikan dari olahraga.

Berikut beberapa kondisi yang patut dipertimbangkan, sebelum memutuskan berolahraga.

  1. Pengidap stenosis aorta, gagal jantung simptomatik, aneurisma, dan dispnea tidak diperbolehkan berolahraga sama sekali. Sebab, dapat meningkatkan risiko cedera fatal dan kematian.
  2. Lanjut usia, pasien kanker dalam masa pengobatan, dan pengidap penyakit kronis tertentu masih diperbolehkan berolahraga. Dengan catatan tetap dalam pengawasan dokter, tenaga medis, atau personal trainer. Agar tidak menyebabkan penyakit kronis yang dideritanya semakin parah.

Ada baiknya selalu berkonsultasi dengan Dokter, terkait apa saja olahraga yang sebaiknya dilakukan. Dokter dapat merekomendasikan jenis olahraga yang dapat Anda lakukan, menyesuaikan dengan kondisi tubuh yang sedang Anda rasakan.

Pasien covid-19 Tidak Boleh Berolahraga Berat

Dikutip melalui harianhaluan.com, pakar kesehatan sekaligus Dokter relawan Covid-19, Muhamad Fajri Adda'i mengatakan bahwa, beberapa panduan dan pedoman medis menyatakan pasien Covid-19 tidak boleh langsung melakukan berolahraga berat.

Begitu pula dengan pasien Covid-19 yang sudah sembuh. Tidak dianjurkan untuk langsung melakukan olahraga berat. Sebab, melakukan olahraga berat saat terinfeksi Covid-19, maupun ketika baru sembuh dari Covid-19, dapat meningkatkan risiko miokarditis. Miokarditis adalah peradangan yang terjadi pada jantung dan selaput jantung.

Dokter Muhammad Fajri Adda’i mengatakan jika pasien Covid-19 sepatutnya melakukan olahraga yang ringan-ringan saja. Seperti peregangan atau gerak-gerak tubuh yang lainnya. Untuk menjaga agar tubuh tetap bergerak, meski sedang mengidap Covid-19.

"Kalau sedang isolasi mandiri maka olahraga yang dianjurkan hanya tipis-tipis saja. Hanya boleh stretching atau gerak-gerak badan saja. Sama halnya ketika sudah sembuh covid-19, tidak boleh langsung olahraga berat," terang dr Fajri, seperti dikutip dari unggahan video di akun Instagram-nya @dr.fajriaddai, Minggu, 12 September 2021, dikutip melalui harianhaluan.com.

Halaman:

Editor: Rizky Adha Mahendra

Sumber: kompas.com, harianhaluan.com, hallosehat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Normalkah Ukuran Mr P Anda? Cek di Sini!

Senin, 16 Mei 2022 | 14:20 WIB
X