Desa Wisata | CHSE Sebagai Syarat Desa Wisata? Inilah Infonya.

- Rabu, 15 September 2021 | 15:26 WIB
Desa wisata Pandanrejo sebagai lumbung stroberi
Desa wisata Pandanrejo sebagai lumbung stroberi

Meski pemerintah sudah menggalakkan program desa wisata, ada hal lain yang perlu diperhatikan, seperti tingkat keamanan dan kenyamanan pengunjung atau wisatawan ke desa wisata tersebut. Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Chusmeru pun mengingatkan pentingnya penerapan CHSE di desa wisata untuk meningkatkan pelayanan pada wisatawan di tengah pandemi COVID-19.

Perlu diketahui, CHSE merupakan singkatan dari Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability. Selain itu, CHSE adalah program Kemenparekraf berupa penerapan protokol kesehatan yang berdasarkan pada kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan. Para pelaku usaha wisata yang telah mendapatkan sertifikat CHSE ini, berarti penerapan protokol kesehatannya sudah teruji dan sesuai standar yang baik dari Kemenparekraf.

Penerapan CHSE itu sendiri bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan. Sehingga, wisatawan bisa menikmati liburan dengan aman dan nyaman. Sertifikat CHSE ini merupakan wujud dari inisiatif sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia dengan menjadikan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama di masa adaptasi normal baru saat ini.

Karena jaminan kesehatan dan keamanan yang diperoleh dengan adanya CHSE ini, wisatawan bisa lebih leluasa menjelajahi destinasi di desa wisata, serta mencoba kerajinan tangan hingga kuliner lokal khas desa wisata tersebut. Contohnya, kain tenun khas Flores, batik tulis khas Malang, ubi Cilembu, ayam betutu, hingga biji kopi Lombok. Bahkan, tanpa berkunjung ke lokasi desa wisata konsumen bisa membelinya di situs belanja daring tepercaya.

Selain desa wisata, Kemenparekraf pun mulai mewajibkan kepemilikan sertifikat CHSE ini di bidang usaha jasa transportasi, homestay, hotel ataupun pondok wisata, rumah makan, MICE, pusat informasi pariwisata, toko cenderamata, toilet, dan usaha terkat lainnya di industri pariwisata.

Perlu diketahui, MICE merupakan singkatan dari Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition. Dalam industri pariwisata atau pameran, MICE adalah kegiatan pariwisata sekumpulan kelompok besar yang biasanya sudah direncanakan matang untuk tujuan tertentu. Umumnya, tujuan tersebut adalah meningkatkan pelayanan kepada konsumen dalam bidang jasa.

Tahap sertifikasi CHSE biasanya dilakukan secara mandiri oleh pelaku usaha berdasarkan formulir CHSE yang telah ditetapkan sesuai jenis usaha masing-masing. Penilaian pun dijalankan secara daring melalui laman CHSE Kemenparekraf. 

Berikut ini kriteria dalam sertifikasi CHSE:

1. Cleanliness atau kebersihan

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

Penyebab Komedo Hitam (Blackhead) dan Cara Mengatasinya

Senin, 27 September 2021 | 21:57 WIB

Face Wash untuk Menghilangkan Komedo di Bawah 50 Ribuan

Senin, 27 September 2021 | 21:54 WIB

6 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Membeli Baju Thrift

Senin, 27 September 2021 | 21:46 WIB

Mengenal Thrifting yang Lagi Hits di Kalangan Anak Muda

Senin, 27 September 2021 | 17:28 WIB
X