Desa Wisata | Inilah Alternatif Pariwisata Sekaligus Pemasok Devisa Negara

- Rabu, 15 September 2021 | 20:29 WIB
Desa Wisata Ngilngof, Kabupaten Maluku Tenggara
Desa Wisata Ngilngof, Kabupaten Maluku Tenggara

Saat ini, sedang tren alternatif pariwisata di kalangan wisatawan. Alternatif pariwisata ini punya konsep yang lebih bersahabat dengan alam dan masyarakat lokal, serta tidak bisa didapatkan ketika berkunjung ke destinasi lainnya.

Alternatif pariwisata pun biasanya menyuguhkan paket wisata yang mengedepankan budaya, alam, dan keunikan dari daerah tertentu yang tidak bisa ditemui di mana pun. Contohnya, berkunjung ke desa wisata.

Desa wisata adalah bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan dan sebagai program Pemerintah Republik Indonesia agar bisa membawa dampak kebangkitan pariwisata dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.

Tidak semua desa bisa dijadikan sebagai desa wisata, karena setidaknya butuh tiga komponen untuk membentuknya. Pertama, potensi wisata yang tersedia. Perangkat desa harus punya basis data yang jelas mengenai lahan, lokasi, daerah, dan cara ekosistem membantu pengembangan destinasi wisata nantinya.

Kedua, minat dan kesiapan masyarakat setempat terhadap pengembangan destinasi wisata. Desa wisata akan sangat berkembang jika dikelola oleh masyarakat desa itu sendiri, dengan adanya kebutuhan akan organisasi yang khusus mengurusi desa wisata berkelanjutan serta melibatkan pihak yang menentukan arah desa wisata.

Ketiga, konsep desa wisata yang unik. Konsep desa wisata yang berbeda akan menjadi nilai jual yang menonjol di antara destinasi wisata daerah lainnya. Konsep ini pun bisa dibentuk makin tajam jika dipadukan dengan pemetaan wilayah lebih awal.

Selain itu, pada 2019 Menteri Pariwisata pernah menyatakan bahwa cara termudah dan tercepat untuk menghasilkan devisa negara, termasuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), tak lain melalui pariwisata. Menteri pariwisata itu pun menambahkan, pabrik tidak perlu dibuat dalam dunia pariwisata dan masyarakat setempat hanya perlu mengelola lokasi hingga menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke sana, seperti desa wisata tiap provinsi. 

Menteri pariwisata tersebut pun menyarankan dua hal bagi pelaku usaha yang mau mengembangkan pariwisata, yaitu kompeten dan komitmen, serta anggaran. Pemerintah daerah harus menempatkan orang-orang yang kompeten dan berkomitmen di dinas pariwisata. Selanjutnya, pihak dinas pariwisata bisa menyesuaikan anggaran yang dibutuhkan dalam pengembangan pariwisata 3A, antara lain atraksi, aksesibilitas, dan amenitas. Hal tersebut pun bisa diterapkan pada desa wisata yang baru-baru ini ramai dibicarakan.

Destinasi desa wisata yang punya atraksi menarik dan berkualitas akan menimbulkan daya tarik bagi wisatawan. Namun, pelaku usaha pun harus memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke lokasi tersebut, sehingga perlu adanya aksesibilitas yang memadai, nyaman, dan aman. Sesampai di destinasi wisata, pasti banyak wisatawan yang ingin menginap. Maka dari itu, amenitas yang nyaman dan ramah pun perlu disuguhkan.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

Perbedaan Thrift Shop dan Preloved

Senin, 27 September 2021 | 22:28 WIB

Penyebab Komedo Hitam (Blackhead) dan Cara Mengatasinya

Senin, 27 September 2021 | 21:57 WIB

Face Wash untuk Menghilangkan Komedo di Bawah 50 Ribuan

Senin, 27 September 2021 | 21:54 WIB

6 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Membeli Baju Thrift

Senin, 27 September 2021 | 21:46 WIB

Mengenal Thrifting yang Lagi Hits di Kalangan Anak Muda

Senin, 27 September 2021 | 17:28 WIB
X