Food Estate | Food Estate Dinilai Merampas Ruang Berdalih Ketahanan Pangan? Ini Infonya.

- Kamis, 16 September 2021 | 18:00 WIB
Presiden RI beserta kementerian yang berkaitan dengan food estate di Kabupaten Kapuas
Presiden RI beserta kementerian yang berkaitan dengan food estate di Kabupaten Kapuas

Pembangunan food estate yang direncanakan berskala besar dan bertujuan mempercepat ketahanan pangan di Indonesia ini telah memasuki tahap pertama dengan lokasi percontohan di Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah. Meski begitu, masih ada pro dan kontra terhadap program pemerintah ini. 

Pendapat kontra berasal dari pihak Papua. Pihaknya menilai bahwa daerah ini kembali diliputi kehadiran kapitalisme beragam wajah yang terlindungi sejumlah produk hukum dan kebijakan. Orang Asli Papua yang selama ini berjuang keras merebut daulat atas tanah, air, udara, dan hak dasar lainnya kembali berhadapan dengan tantangan bernama kebijakan pembangunan food estate.  

Pasalnya, masyarakat adat, Orang Asli Papua, hingga Pemerintah Otonomi Khusus sama sekali tidak dilibatkan dalam perencanaan kebijakan program food estate. Dengan arahan lokasi food estate di Papua hampir seluas 2,7 juta hektar, dan lebih dari 2 juta hektarnya berada di kawasan hutan. Karena itu, kebijakan tersebut berpotensi mendorong laju konversi dan deforestasi di Papua. Ditambah, lingkungan hidup dan hubungan masyarakat dengan alam akan terancam.

Pada pemerintahan sebelumnya di masa kepemimpinan SBY, program serupa food estate sudah pernah dilakukan di Papua, yaitu Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE). Program tersebut malah menimbulkan permasalahan ketimbang manfaat bagi masyarakat adat dan Orang Asli Papua.

Apalagi, sagu sebagai makanan pokok mayoritas masyarakat Papua justru dikesampingkan. Sementara, pemerintah mengembangkan komoditas yang sama sekali tidak menunjukkan keberpihakan pada masyarakat Papua. Selain itu, MIFFE juga cenderung memarginalkan kekhususan Papua, dari desain kebijakan yang berorientasi ke pusat hingga mengabaikan hak atas tanah dan sumber daya alam masyarakat adat dan Orang Asli Papua. Program ini juga memberikan akselerasi penguasaan ruang pada korporasi yang berjumlah sekitar 36 perusahaan.

 

Untuk itu, pemerintah harus memperlihatkan keberpihakannya terhadap Papua dengan berfokus pada pekerjaan pemenuhan daulat Orang Asli Papua atas tanah, hutan, dan hak dasar lainnya. Pemerintah pusat dan otonomi khusus bisa mulai merealisasikan kebutuhan yang dianggap mendesak, seperti kebutuhan terhadap produk hukum yang menegaskan pengakuan, penghormatan, perlindungan, pemberdayaan, serta pengembangan hak-hak Orang Asli dan Masyarakat Adat Papua.

Argumentasi pemerintah mendorong food estate dengan alasan ketahanan pangan pun seharusnya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan rakyat dan lingkungan hidup. Apalagi, kontradiktif terhadap kekhususan Papua dalam UU No. 21 Tahun 2001 dan berbagai Perdasus Papua

Selain hal Papua tersebut, program food estate ini sebenarnya sudah berulang kali dijalankan dan gagal, karena tidak bisa melakukan efektivitas penggunaan lahan dan tidak memproduksi panen yang sangat tinggi. Food estate yang pernah dilakukan berada di sejumlah wilayah, antara lain program PLG di Kalimantan Tengah pada masa kepemimpinan Soeharto, serta program Bulungan di Kalimantan Timur, program MIFEE di Papua, dan program Ketapang di Kalimantan Barat pada masa SBY.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

Ini 6 Kebiasaan yang Bisa Timbun Lemak di Perut

Rabu, 20 Oktober 2021 | 17:10 WIB

Cara Gunakan WhatsApp Tanpa Internet, Perlu Dicoba

Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:30 WIB

Cara Menghindari Ketergantungan Pada Makanan Manis

Rabu, 20 Oktober 2021 | 01:07 WIB

5 Langkah Mudah Membuat Hidung Mancung lewat Makeup

Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:16 WIB

Kehadiran Restoran Fine Dining di Indonesia

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:47 WIB

5 Langkah Mudah Membuat Mata Arabian Look

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:18 WIB

Waspada! Osteoporosis Intai Perempuan Mulai Usia 30-an

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:21 WIB

6 Cara Mudah Kreasikan Arabian Look

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:19 WIB

Terpopuler

X