Sakit Kepala Gara-gara Berhenti Ngopi, Ternyata Ini Penyebabnya

- Senin, 20 September 2021 | 05:05 WIB
ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kafein yang terkandung dalam kopi memang memiliki banyak manfaat, dari meningkatkan fokus hingga menurunkan risiko sakit jantung. Meski begitu, terlalu banyak mengonsumsi kafein juga tidak baik untuk kesehatan tubuh loh.

Memang, kafein dapat mempersempit pembuluh darah, mengurangi aliran darah ke otak dan akhirnya dapat membantu meredakan nyeri migrain. Pasalnya, migrain disebabkan pembesaran pembuluh darah di sekitar otak, yang meningkatkan jumlah aliran darah ke otak.

Dilansir okezone, perubahan aliran darah tersebut memicu sejumlah mekanisme rumit di otak yang dapat menyebabkan sakit kepala.

Sebuah studi pada tahun 2009 dalam Human Brain Mapping Journal seperti dikutip Antara dari Insider, menemukan bahwa kafein mengurangi aliran darah otak yaitu suplai darah ke otak sekitar 27 persen sehingga membantu menghentikan seseorang mengembangkan migrain serta menghilangkan rasa sakit setelah terkena migrain.

Menurut American Migraine Foundation, manfaat kafein membantu sakit kepala atau migrain ini tergantung pada seberapa sering Anda mengonsumsinya.

Jika Anda mengalami migrain episodik yakni hingga 14 kali sakit per bulan, kafein dapat membantu, tetapi hanya jika Anda membatasinya tidak lebih dari 200 mg sehari. Tetapi bila sakit kepala muncul setiap hari, artinya Anda harus menghindari kafein sepenuhnya.

Pakar diet berlisensi Amy Stephens menyarankan Anda meminum kafein tak lebih dari 400 mg atau sekitar dua sampai empat cangkir kopi per hari. Tetapi ini bisa tergantung berapa lama penyeduhan dan seberapa kuat kopi yang Anda minum.

Faktanya, minum banyak kafein tidak akan membantu meredakan sakit kepala, terutama bila Anda meningkatkan asupan kafein, tetapi tidak meningkatkan jumlah air yang Anda minum. Kafein justru dapat memicu sakit kepala secara tidak langsung dengan menyebabkan Anda menjadi lebih dehidrasi.

Namun, Anda lebih mungkin mengalami sakit kepala akibat kafein jika Anda terlalu sering meminumnya, karena zat ini dapat menyebabkan ketergantungan. Jika Anda tiba-tiba menghentikan atau mengurangi asupan kafein setelah mengonsumsinya secara teratur misalnya lebih dari 200 mg per hari selama lebih dari 2 minggu, Anda mungkin merasakan gejala penarikan kafein.

Menurut Diagnostics and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), gejala utama masalah ini yakni sakit kepala.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

7 Pola Hidup Sehat untuk Tingkatkan Fungsi Jantung

Minggu, 24 Oktober 2021 | 01:30 WIB

Yuk Intip Kecanggihan Toyota Avanza Veloz Terbaru

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 16:10 WIB

4 Manfaat Eye Cream, Dapat Cegah Kerutan di Area Mata

Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:05 WIB

Bakal Ganti Nama, Ada Apa dengan Facebook?

Jumat, 22 Oktober 2021 | 06:45 WIB
X