Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kehidupan di Indonesia

- Rabu, 22 September 2021 | 15:15 WIB
Dampak perubahan iklim di Indonesia (Sumber gambar: Science.org)
Dampak perubahan iklim di Indonesia (Sumber gambar: Science.org)

HARIANHALUAN.COM - Dikutip melalui ditjenppiklhk.go.id, Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Kerangka Kerja Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change atau UNFCCC), mendefinisikan perubahan iklim sebagai perubahan iklim yang disebabkan baik secara langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia sehingga mengubah kompoisi dari atmosfer global dan variabilitas iklim alami pada periode waktu yang dapat diperbandingkan.

Dampak perubahan iklim tidak main-main. Karena dapat mengganggu kelangsungan makhluk hidup yang ada di Bumi, tidak terkecuali manusia. Dilansir melalui harianhaluan.com, dampak perubahan iklim yang terjadi meliputi krisis sumberdaya alam, meningkatkan wabah penyakit, mengganggu kesehatan manusia, dan ancaman kelaparan.

Indonesia merupakan negara yang tidak akan lolos dari dampak perubahan iklim. Terdapat berbagai dampak yang akan dirasakan masyarakat Indonesia akibat perubahan iklim. Dilansir melalui beberapa sumber, diantaranya adalah:

Gelombang Panas Ekstrem

Dilansir melalui Kompas.com, berdasarkan catatan penelitian di Journal of Geophysical Reasearch, Atmospheres oleh para peneliti yaitu Russo S, dkk, Indonesia akan mengalami lebih dari tiga kali kondisi gelombang panas ekstrem antara tahun 2020 hingga 2052. Selanjutnya, antara tahun 2068 dan 2100, akan terjadi sebuah gelombang panas ekstrem yang terjadi setiap 2 tahun sekali. Beberapa dampak gelombang panas ekstrem diantaranya:

  • Mengganggu Produktivitas Pertanian

Gelombang panas ekstrem berpotensi mengganggu produktivitas pertanian. Jika produktivitas pertanian terganggu, maka hasil panen dapat berkurang. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa perubahan iklim dapat memicu terjadinya kelaparan di masa depan. Terutama di Indonesia, sebagai salah satu negara agraris terbesar di dunia.

  • Kebakaran Hutan

Gelombang panas ekstrem, dapat memicu terjadinya kebakaran hutan. Diprediksi dalam skenario emisi yang tinggi, Kalimantan Timur dan Sumatera bagian Timur akan mengalami pemanasan hampir 4 derajat Celcius dan curah hujan berkurang 12 persen pada tahun 2070 hingga 2100. Hal ini dapat menyebabkan sekitar 55 hari bahaya kebakaran ekstrem per tahun di Timur Kalimantan pada tahun tersebut.

  • Kekeringan

Bersamaan dengan potensi risiko kebakaran hutan ekstrem, risiko kekeringan juga akan meningkat akibat perubahan iklim. Wilayah Kalimantan Selatan dan Sumatera bagian utara pada tahun 2071 hingga 2100 akan menjadi lebih kering sekitar 20-30 persen. Sedangkan, wilayah Jawa dan bagian selatan Sumatera menjadi lebih kering 30-40 persen pada tahun tersebut. Tentu saja, kekeringan dapat mengganggu produktivitas pertanian, yang dapat memicu kelaparan.

Dilansir melalui penelitian Julismin dalam Jurnal Geografi (2013), perubahan iklim  memiliki kecenderungan daerah kering akan menjadi makin kering dan daerah basah menjadi makin basah. Sehingga, kelestarian sumberdaya air akan terganggu.

Halaman:

Editor: Rizky Adha Mahendra

Sumber: kompas.com, detik.com, harianhaluan.com, ditjenppi.menlhk.go.id, Jurnal Penelitian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Menghindari Ketergantungan Pada Makanan Manis

Rabu, 20 Oktober 2021 | 01:07 WIB

5 Langkah Mudah Membuat Hidung Mancung lewat Makeup

Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:16 WIB

Kehadiran Restoran Fine Dining di Indonesia

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:47 WIB

5 Langkah Mudah Membuat Mata Arabian Look

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:18 WIB

Waspada! Osteoporosis Intai Perempuan Mulai Usia 30-an

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:21 WIB

6 Cara Mudah Kreasikan Arabian Look

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:19 WIB

Fakta Tentang Pengumuman Resmi Rekrutmen KAI 2021

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:28 WIB

Terpopuler

X