Penyebab Pendarahan Otak yang Dialami Tukul Arwana dan Cara Mengatasinya

- Jumat, 24 September 2021 | 13:34 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Beberapa hari lalu, jagat media dihebohkan dengan kabar dari komedian ternama Indonesia Tukul Arwana yang dilarikan ke rumah sakit akibat pendarahan otak.

Pendarahan otak sendiri adalah kondisi di mana pecahnya pembuluh darah arteri di dalam otak sehingga membuat terjadinya pendarahan lokal di jaringan sekelilingnya.

Beberapa penyebab pendarahan pada otak tentunya bisa berbeda-beda tiap orangnya. Bisa disebabkan karena cedera kepala ringan (CKR), cedera kepala sedang (CKS), serta cedera kepala berat (CKB). selain cedera di kepala, tekanan darah tinggi yang tidak obati dan sudah bertahun-tahun bisa membuat dinding pembuluh darah melemah yang bisa pecah dan terdapat perdarahan pada otak.

Berikut ini terdapat beberapa penyebab pendarahan otak yang dialami Tukul Arwana yang dirangkum dari laman merdeka.com.

1. Trauma Kepala
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, cedera di kepala bisa membuat trauma kepala, apalagi pada orang-orang yang berusia di bawah 50 tahun.

2. Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat membuat dinding pembuluh darah melemah dan jika didiamkan bisa membuat pendarahan otak.

3. Aneurisma
Aneurisma adalah lemahnya dinding pembuluh darah yang membengkak, sehingga membuat pembuluh darah pecah dan terdapat pendarahan pada otak. Aneurisma bisa membuat seseorang terkena stroke.

4. Kelainan Pada Pembuluh Darah (Malformasi Arteriovenosa)
Kelainan pembuluh darah adalah lemahnya pembuluh darah di daerah otak. Biasanya kondisi ini dapat terjadi ketika saat lahir dan dapat didiagnosis jika gejalanya semakin berkembang.

5. Angiopathy Amyloid
Angiopathy amyloid adalah kelainan dinding pembuluh darah yang bisa terjadi seiring bertambahnya usia dan hipertensi yang diderita seseorang. Angiopathy Amyloid bisa membuat banyak pendarahan kecil yang tidak diketahui sampai pendarahan tersebut membesar dan semakin parah.

6. Gangguan Darah
Gangguan pada darah bisa menyebabkan penurunan kadar trombosit dan juga pembekuan darah. Selain itu, obat pengencer darah juga bisa membuat risiko semakin tinggi.

Halaman:

Editor: Nasfati Sabrina

Sumber: Merdeka.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fakta Tentang Pengumuman Resmi Rekrutmen KAI 2021

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:28 WIB

7 Cara Tepat untuk Mengaplikasikan Face Mist

Senin, 18 Oktober 2021 | 16:53 WIB

Tingkatkan Imunitas Selama Pandemi, Begini Caranya

Senin, 18 Oktober 2021 | 06:52 WIB

Tata Cara Download Youtube MP3 Menggunakan YTMP3

Senin, 18 Oktober 2021 | 06:08 WIB

Simak Seputar Gigi Palsu yang Harus Diketahui

Senin, 18 Oktober 2021 | 05:55 WIB

Beberapa Cara Mendownload Youtube MP3 Secara Gratis

Senin, 18 Oktober 2021 | 05:48 WIB

Terpopuler

X