Obat Covid-19, Ini Sebabnya Menkes Budi Gunadi Tertarik pada Molnupiravir

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 05:58 WIB
Molnupiravir buatan Merck. (openaccesgovernment org)
Molnupiravir buatan Merck. (openaccesgovernment org)

 

HARIANHALUAN.COM - Molnupiravir diklaim jauh lebih praktis dan ampuh dibanding obat antivirus lainnya. Molnupiravir merupakan obat telan atau oral pertama untuk terapi Covid-19.

Baca Juga: Waspada! Varian Mu Berpeluang Masuk Riau Lewat Pelabuhan 'Tikus'

Hal tersebut tentu berberbeda dengan misalnya buatan Regeneron dan Glaxo Smith Kline (GSK) dengan Vir Biotechnology, yang memerlukan pemberian intravena di rumah sakit atau pengaturan klinis.

Dilansir dari QZ, soal harga harga Molnupiravir buatan Merck juga lebih murah. Dengan harga sekitar US$ 700 per kursus, harganya hampir setengah dari harga koktail Regeneron US$ 1.250, dan sepertiga dari perawatan GSK US$ 2.100.

Berdasarkan penelitian tablet Molnupiravir bisa mengurangi separuh kemungkinan kematian atau dirawat di rumah sakit untuk orang yang paling berisiko tertular virus corona parah.
Untuk itu Kementerian Kesehatan tengah melakukan review dan uji klinis obat-obatan baru untuk pasien Covid-19. Upaya ini melibatkan sejumlah rumah sakit vertikal dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sejumlah obat baru tersebut di antaranya bersifat monoklonal antibodi hingga molnupiravir produksi perusahaan asal Amerika Serikat, Merck.

"Obat-obatan tersebut sudah kita approach pabrikannya dan kita juga sudah merencanakan untuk beberapa sudah mulai uji klinis," ungkapnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (4/10).

Mantan Wakil Menteri BUMN ini berharap review dan uji klinis obat-obatan baru untuk pasien Covid-19 selesai akhir tahun 2021.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Tags

Terkini

Resep Kue Putu, Cocok Disantap Saat Hujan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 15:22 WIB

Ini 5 Makanan Penangkal Flu yang Jarang Disadari

Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:22 WIB
X