Terlepas dari Nilai Positif-Negatif, Inilah Sejarah Kopi dan Fakta Serunya

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 16:44 WIB
Ilustrasi Kopi
Ilustrasi Kopi

Penemuan biji kopi dimulai tahun 800 Masehi, tapi ada pula yang mengatakan pada 850 M. Pada era itu, banyak orang di benua Afrika terutama bangsa Etiopia yang mengonsumsi biji kopi dengan mencampurkannya pada lemak hewan dan anggur untuk memenuhi asupan protein dan energi tubuh.

Penemuan tersebut bahkan tidak disengaja. Ketika seorang penggembala bernama Khalid dari Abyssinia mengamati kawanan kambing gembalanya yang tetap terjaga bahkan sampai matahari terbenam, setelah memakan sejenis buah beri-berian. Penggembala itu pun mencoba memasak dan memakannya.  

Kebiasaan memakan biji kopi itu terus berkembang dan menyebar ke berbagai negara di Afrika, tapi metode penyajiannya masih konvensional. Barulah beberapa ratus tahun kemudian, biji kopi tersebut dibawa melalui Laut Merah dan tiba di Arab, dengan metode penyajian yang lebih maju.

Karena peradaban bangsa Arab yang lebih maju itulah, biji kopi diolah dengan direbus lalu diambil sarinya. Pada abad ke-13, umat muslim mengonsumsi kopi sebagai minuman penambah energi ketika beribadah di malam hari. Kopi kian populer seiring penyebaran ajaran Islam yang makin pesat hingga daerah Afrika Utara, Mediterania, dan India.

Pada era itu, bangsa Arab selalu mengekspor biji kopi infertil dengan cara memasak dan mengeringkannya terlebih dulu. Sehingga, budidaya tanaman kopi di luar Arab tidak memungkinkan. Pada 1600-an, peziarah India bernama Baba Budan berhasil membawa biji kopi fertil keluar dari Mekah dan menumbuhkannya di berbagai daerah di luar Arab.

Setelah itu, biji kopi dibawa masuk pertama kali ke Eropa secara resmi pada 1615 oleh saudagar Venesia. Saudagar itu mendapatkan pasokan biji kopi dari orang Turki, tapi jumlahnya ternyata tidak mencukupi kebutuhan pasar Eropa. Karena itu, bangsa Eropa mulai membudidayakannya pada 1616. Kemudian di tahun 1690, biji kopi masuk ke Indonesia melalui Pulau Jawa untuk dikultivasi secara besar-besaran. Ketika itu, Indonesia masih dijajah Kolonial Belanda.

Sekitar tahun 1714, Raja Prancis Louis XIV menerima sumbangan pohon kopi dari bangsa Belanda sebagai pelengkap koleksi di Kebun Botani Royal Paris, yaitu Jardin des Plantes. Saat itu juga, seorang angkatan laut ingin membawa sebagian pohon koleksi untuk dibawa ke Martinique. Namun karena ditolak permintaannya, pasukan angkatan laut itu menyelinap masuk dan mencuri tanaman kopi tersebut.

Akhirnya, budidaya tanaman kopi di Martinique cukup berhasil dan dalam kurun waktu 50 tahun, sudah ada 18 juta pohon kopi dengan beragam varietas. Inilah yang menjadi salah satu sumber penyebab kekayaan jenis kopi di seluruh dunia. 

Tidak hanya masa kini, kedai kopi pun ternyata sudah populer sejak zaman dahulu:

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

Ketahui Waktu Salat Dzuhur di Hari Jumat untuk Wanita

Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:59 WIB

Sederet Manfaat Minum Matcha, Nomor 5 di Luar Dugaan

Minggu, 7 Agustus 2022 | 09:20 WIB
X