Gegara Salah Perawatan, Wajah Perempuan Ini Menyusut dan Kendur

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 06:30 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

HARIANHALUAN.COM - Cantik dan awet muda adalah impian banyak orang. Makanya tak heran, banyak yang rela menghabiskan banyak biaya untuk merawat kulit.

Hal itu juga dialami oleh perempuan Rusia bernama Svetlana ini. Karena kerap diejek menua oleh sang kekasih, Svetlana yang sehari-harinya bekerja sebagai arsitek tersebut bertekad untuk memperbaiki penampilannya.

Alih-alih membeli skincare, Svetlana malah memutuskan untuk ke ahli bedah. Di sana dia disarankan melakukan perawatan di wajahnya dengan menyuntikkan Longidaza.

Longidaza adalah obat Rusia yang dimaksudkan untuk mengobati segala hal mulai dari masalah paru-paru hingga masalah pernapasan yang disebabkan oleh infeksi Covid-19. Produsen obat tersebut, disebutkan mengklaim jika obat itu juga punya khasiat untuk kosmetik. NTV Rusia melaporkan, tahun ini perusahaan farmasi multifaset tersebut telah diberi lampu hijau untuk digunakan di banyak negara Barat.

Dokter ahli bedah meyakinkan Svetlana bahwa obat Longidaza itu akan memecah kelebihan gel di bawah kulit di bawah matanya. Selain obat Longizada, ia menerima perawatan lain, termasuk penyuntikan gel di bagian pipi dan menjalani prosedur menerima enzim pengisi hialuronat.

Tak butuh waktu lama, mimpi buruk dialami Svetlana. Malam hari setelah ia selesai menjalani prosedur kecantikan tersebut, saat melihat wajahnya di cermin Svetlana menyadari wajahnya mulai menyusut dan kendur.

“Wajahku menyusut seperti mumi. Kulit di bawah mata saya mengering dan jatuh. Di pagi hari, volume jaringan kering di bawah mata meningkat lebih banyak lagi. Perubahan ini terjadi dengan cepat, setiap jam wajah saya berubah,” ujar Svetlana, dikutip New York Post, Kamis (14/10/2021).

Alih-alih kulit wajahnya jadi kencang dan terlihat jauh lebih muda, treatment yang dijalani justru membuat wajah Svetlana jadi menua 10 tahun. Dalam tiga hari, kulit di area matanya menjadi benar-benar kering. “Kulit saya mengendur, melorot seperti kain lap. Wajah benar-benar lepas dari tengkorak. Hubungan kulit ke tengkorak yang disebut ligamen wajah, menghilang,” tambahnya, seperti dilansir dari Okezone, Jumat (15/10/2021).

Sang dokter kemudian menawari perempuan 37 tahun itu dengan memberikan suntikan gel untuk meringankan efek samping dan sekaligus memberikan lebih banyak obat baru. Meski mengurangi rasa sakit, tapi faktanya hal ini tak mengurangi komplikasi di wajah Svetlana. “Seperti kalau Anda terbunuh, ini membusuk. Sepertinya wajahmu meleleh dan kamu tidak bisa menghentikannya,” ujar Svetlana lagi.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Okezone

Tags

Terkini

Kaum Hawa, Kenali 5 Manfaat Mentimun untuk Kesehatan

Kamis, 28 Oktober 2021 | 20:44 WIB

Peluncuran Resmi All-New Honda Civic Generasi ke-11

Kamis, 28 Oktober 2021 | 20:10 WIB

6 Ciri Kulit Alergi Produk Makeup, Jangan Diteruskan

Kamis, 28 Oktober 2021 | 19:20 WIB

6 Titik Semprot Body Spray, Dijamin Wangi Tahan Lama

Kamis, 28 Oktober 2021 | 18:48 WIB

3 Cara Menggunakan Body Spray agar Wangi Tahan Lama

Kamis, 28 Oktober 2021 | 18:39 WIB

Inilah Sejarah Sumpah Pemuda dan Tokoh Pentingnya

Kamis, 28 Oktober 2021 | 09:17 WIB

Kenali Ciri-Ciri Burnout yang Harus Diwaspadai

Kamis, 28 Oktober 2021 | 08:07 WIB

Benarkah Minum Air Lemon Berbahaya bagi Ginjal?

Kamis, 28 Oktober 2021 | 04:45 WIB
X