Waspadai Mainan Anak Berbahan Plastik, Bisa Pengaruhi Perkembangan Otak!

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 00:16 WIB
Mainan anak-anak berbahan plastik (Jefli)
Mainan anak-anak berbahan plastik (Jefli)

HARIANHALUAN.COM - Penelitian menemukan mainan anak yang berbahan plastik dan gadget bisa mengandung bahan kimia beracun yang bisa mempengaruhi perkembangan otak anak.

Paparan organofosfat ester (OPE) tingkat rendah sekalipun, yang dirancang untuk membuat produk tahan api bisa mempengaruhi tingkat IQ, perhatian dan memori anak-anak.

Bahan kimia yang digunakan di banyak mainan, smartphone, kursi dorong, kasur dan perabot serta bahan-bahan lainnya yang tahan api tersebut bisa menyebabkan kanker dan masalah kesuburan.

Dr Heather Patisaul, dari Carolina State University, mengatakan penggunaan ester organofosfat dalam segala hal, mulai dari TV hingga kursi mobil seringkali dianggap aman.

Sayangnya, bahan kimia ini justru sama berbahayanya dengna bahan kimia lainnya yang menjadi penggantinya. Ester organofosfat bisa mengancam perkembangan otak seluruh generasi.

"Jika kita tidak menghentikan penggunaannya sekarang, konsekuensinya akan serius dan tidak dapat diubah," kata Dr Heather dikutip dari The Sun dikutip himedik.com, Jumat (15/10/2021).

Ester organofosfat (OPE) sering digunakan dalam banyak produk konsumen untuk memenuhi peraturan risiko terbakar. Studi sebelumnya telah menemukan bahwa OPE dapat berpindah dari suatu produk, seperti smartphone Studi sebelumnya telah menemukan bahwa OPE dapat berpindah dari suatu produk, seperti smartphone maupun dalam tubuh seseorang.

Bahkan, hasil tes menemukan ASI bisa mengandung OPE yang bisa ditransfer langsung ke bayi ketika menyusui. Studi baru, yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives, menyimpulkan bahwa OPE harus dihilangkan atau dikurangi penggunaannya.

"Jika produsen ingin mengganti bahan kimia lainnya dalam pembuatan produk mereka, pastikan bahan kimia alternatifnya tidak berbahaya," katanya.

Sebelumnya, seorang balita usia 2 tahun terbaris dalam kondisi kritis setelah menelan 14 magnet karena dikira permen. Balita bernama Becca McCarthy mengira bola magnet itu permen karena berwarna-warni yang cerah.

Becca menelan bola-bola magnet itu ketika bermain dan tanpa sepengetahuan ibunya. Dokter pun harus mengeluarkan mainannya dari usus. (*)

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: himedik.com

Terkini

Awas! Deodoran Bisa Picu Kanker Payudara

Rabu, 8 Desember 2021 | 10:15 WIB

Awas! Ini Bahaya Jika Sering Kirim Foto Lewat HP

Rabu, 8 Desember 2021 | 02:05 WIB

Fitur Baru TikTok Ini Sudah Bisa Dipakai di Indonesia

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:15 WIB

10 Penyebab Utama Kulit Kusam yang Wajib Anda Ketahui

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:13 WIB

9 Cara Mudah Atasi Wajah Kusam, Ampuh Cerahkan Kulit

Selasa, 7 Desember 2021 | 22:42 WIB
X