Meski Rekrutmen 2021 Aman, Tetap Waspada Penipuan Atas Namakan PT KAI

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:03 WIB
Ilustrasi penipuan suatu rekrutmen
Ilustrasi penipuan suatu rekrutmen

Baru-baru ini, masyarakat berlomba-lomba melamar di rekrutmen PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang dibuka bulan September 2021 dan diumumkan sebulan kemudian. Tahap seleksi administrasi pun sudah terlewati dan pengumuman kandidat yang lolos sudah tercantum di situs resmi yang bisa diakses di recruitment.kai.id.

Meski begitu, masyarakat diminta waspada akan penipuan yang mangatasnamakan PT KAI mengenai rekrutmen yang sedang berjalan. Berbekal dari tahun-tahun lalu, banyak orang yang telah dirugikan atas penipuan berkedok rekrutmen PT KAI meski kasusnya sudah terungkap dan pelakunya ada yang tertangkap oleh pihak kepolisian.

Pada 2020, penipuan atas nama rekrutmen PT KAI pun pernah terjadi yang melibatkan seorang pria di Cirebon, Jawa Barat, sebagai korban yang merugi puluhan juta. Uang tersebut diberikan kepada oknum penipu, lantaran korban bisa mendapatkan surat kelulusan anggota Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska). Setelah terkonfirmasi oleh pihak PT KAI, surat kelulusan itu nyatanya palsu.  

Kasus penipuan itu terkuak setelah diketahui bahwa korban mendatangi kantor PT KAI Daop 3 Cirebon pada 6 Agustus 2020 sambil membawa surat kelulusan tersebut. Dalam surat palsu yang mencatut KAI itu, korban dinyatakan lulus sebagai Polsuska dan akan dilantik pada 15 Agustus 2020 di Bandung.

Surat palsu itu juga memperlihatkan detail yang cukup meyakinkan, seperti logo PT KAI di bagian atas kanan, identitas korban disertai nomor induk karyawan, gelar, hingga pangkat, serta foto korban di bagian kanan atas.

Surat palsu itu mencantumkan tanda tangan palsu yang mengatasnamakan Kepala PT KAI Daop 1 Jakarta. Surat pengumuman itu juga menyebutkan korban lulus rekrutmen pegawai PT KAI yang berasal dari Akademi Perkeretaapian Indonesia. Pihak PT KAI juga mengungkapkan bahwa kasus penipuan tersebut telah dilaporkan dan diselidiki kepolisian setempat.

 

Pada 2019, ada dua pelaku penipuan yang tadinya mengaku sebagai karyawan PT KAI dan menjanjikan masyarakat yang ingin melamar pekerjaan untuk direkrut tanpa adanya tes. Kedua pelaku itu juga melancarkan aksinya dalam kurun waktu Agustus hingga Oktober 2019. 

Kasus penipuan rekrutmen PT KAI itu diungkap setelah adanya laporan korban ke pihak kepolisian, Kepolisian Daerah Metro jaya. Ternyata, kedua pelaku tersebut pun bukanlah karyawan PT KAI, melainkan pengangguran. Pihak kepolisian pun menyatakan bahwa kedua pelaku itu telah menipu 43 orang dengan kerugian mencapai 140 juta rupiah.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

Cara Daftar Spotify Premium

Kamis, 2 Desember 2021 | 18:55 WIB

Biografi Brian Putra Bastara CEO Haluan Media Group

Rabu, 1 Desember 2021 | 21:41 WIB
X