Cuci darah bagi Penderita Gagal Ginjal? Inilah Infonya.

- Selasa, 2 November 2021 | 08:33 WIB
Ilustrasi organ ginjal
Ilustrasi organ ginjal

Ginjal adalah sepasang organ yang bekerja dengan cara membersihkan darah, mengeluarkan zat sisa dan toksin, serta membuang kelebihan cairan dari tubuh lalu zat sisa, toksin, dan cairan tersebut dialirkan ke kandung kemih untuk dibuang sebagai urine.

Namun, pada beberapa kondisi, ginjal dapat mengalami gangguan sehingga tidak mampu menjalani fungsinya dengan baik atau disebut juga gagal ginjal. Itulah yang akan memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.

Salah satu cara mengatasi gagal ginjal adalah metode cuci darah atau dialisis, sebagai pengganti fungsi ginjal dalam penyaringan zat sisa dan toksin dari dalam tubuh. Prosedur cuci darah pun menggunakan mesin khusus.

Jika fungsi ginjal hilang sebanyak 85–90 persen, penderita gagal ginjal harus menjalani proses cuci darah agar terhindar dari risiko komplikasi yang membahayakan. Pemeriksaan dokter dan serangkaian uji medis pun dibutuhkan untuk menentukan tindakan cuci darah tersebut.

Beberapa hal yang menjadi tolok ukur uji medisnya, antara lain kadar kreatinin dan ureum dalam darah, kecepatan ginjal menyaring darah, kemampuan tubuh mengatasi kelebihan air, serta keluhan tertentu yang merujuk pada gangguan jantung, pernapasan, dan saluran cerna.

Metode Cuci Darah

Proses cuci darah terdiri atas dua metode, yaitu hemodialisis dan dialisis peritoneal. Hemodialisis adalah prosedur cuci darah yang paling populer dan memiliki efek kulit gatal dan kram pada otot.

Hemodialisis dilakukan dengan mesin khusus untuk menyaring darah dan menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Pada proses ini, petugas medis akan memasukkan jarum ke pembuluh darah untuk menghubungkan aliran darah dari tubuh ke mesin pencuci darah.

Setelah itu, darah kotor akan disaring oleh mesin pencuci darah dan darah bersih akan dialirkan kembali ke dalam tubuh. Hemodialisis umumnya dilakukan sekitar empat jam tiap proses dan setidaknya ada tiga kali dalam seminggu, yang dilakukan di klinik cuci darah atau rumah sakit.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

5 Jenis Najis yang Dimaafkan dalam Islam

Senin, 4 Juli 2022 | 14:27 WIB

6 Posisi Seks yang Aman Setelah Operasi Caesar

Minggu, 3 Juli 2022 | 15:46 WIB

Tips Cegah Insomnia Setelah Melahirkan

Minggu, 3 Juli 2022 | 14:20 WIB

9 Fakta Unik Perempuan yang Lahir di Bulan Juli

Minggu, 3 Juli 2022 | 13:48 WIB

Mata Bisa Deteksi Dini Penyakit, Begini Caranya

Sabtu, 2 Juli 2022 | 11:30 WIB

Resep Kue Putu, Cocok Disantap Saat Hujan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 15:22 WIB

Ini 5 Makanan Penangkal Flu yang Jarang Disadari

Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:22 WIB
X