Kenali Faktor Risiko Sebabkan Anak Lahir Prematur

- Sabtu, 20 November 2021 | 10:20 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menurut riset dari organisasi kesehatan dunia (WHO), 1 dari 10 anak lahir prematur. Setiap tahun diperkirakan 15 juta anak di seluruh dunia lahir sebelum waktunya (lebih dari 3 minggu sebelumnya). Di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2019 menunjukkan bahwa 84% kematian pada anak yang baru lahir di Indonesia disebabkan oleh kelahiran prematur.

Semakin pendek masa kehamilan, semakin besar risiko kematian dan morbiditas. Anak yang lahir secara prematur memiliki risiko lebih tinggi lahir dengan masalah kesehatan serius dan jangka panjang.

Baca Juga: Melahirkan Lebih Awal, Zaskia Gotik Lahirkan Bayi Prematur?

Urgensi pertumbuhan anak lahir prematur salah satunya adalah menerima perhatian dan stimulasi untuk perkembangan jangka panjang. Selain si Kecil, Ibu juga perlu mendapatkan perhatian untuk memulihkan diri. Ibu yang melahirkan prematur memiliki kekhawatiran berlebih, stres, dan juga kelelahan karena si kecil harus diperhatikan lebih ekstra.

Hal ini perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai tantangan dan penanganan kesehatan kelahiran prematur bagi Ibu dan si Kecil sebagai langkah intervensi tepat bagi keduanya untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil agar optimal.

Baca Juga: Bayi Prematur dan Bibir Sumbing Butuh Dot Khusus

Bertepatan dengan Hari Prematur Sedunia yang jatuh pada hari ini, Danone Specialized Nutrition Indonesia (Danone SN Indonesia) menyelenggarakan Bicara Gizi yang mengangkat tema Tantangan dan Penanganan Kesehatan bagi Ibu dan Anak Kelahiran Prematur dengan menghadirkan pembicara Dr. dr. Rima Irwinda, Sp.OG(K) – Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal dan Dr. dr. Putri Maharani TM, Sp.A(K) – Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatologi.

Corporate Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin mengatakan bahwa sesuai dengan tema Hari Prematur Sedunia tahun ini yaitu Zero Separation, ACT NOW! Danone SN Indonesia menyelenggarakan Bicara Gizi sebagai bentuk langkah Danone SN Indonesia untuk memberikan edukasi tentang pencegahan dan penanganan kesehatan bagi Ibu dan anak kelahiran prematur.

“Kami memahami bahwa pertumbuhan anak dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Oleh karena itu, selain memastikan pertumbuhan biologis anak dalam keadaan baik, memastikan status gizi baik dengan pemberian ASI, dan meningkatkan bonding time perlu digiatkan agar tumbuh kembang si Kecil optimal. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya para orangtua tentang pentingnya pencegahan dan penanganan secara tepat kelahiran prematur bagi Ibu dan si Kecil,” tambah Arif Mujahidin.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

5 Ragam Manfaat Vitamin C Bagi Kesehatan Kulit

Kamis, 20 Januari 2022 | 22:21 WIB

Waktu Salat Tahajud, Bacaan Niat dan Doa Setelahnya

Rabu, 19 Januari 2022 | 19:51 WIB

Salat Tahajud: Niat, Tata Cara dan Waktunya

Rabu, 19 Januari 2022 | 19:35 WIB

Niat, Tata Cara dan Doa Salat Tahajud

Rabu, 19 Januari 2022 | 19:26 WIB

Salat Hajat: Niat, Cara, Waktu dan Doanya

Selasa, 18 Januari 2022 | 12:43 WIB

Niat, Tata Cara dan Doa Salat Hajat

Selasa, 18 Januari 2022 | 12:29 WIB
X