Cara Terbaik Memahami Anak

- Senin, 9 Februari 2015 | 19:21 WIB

Jawabannya adalah EMOSI mereka. Emosi sangat mengua­sai logika berpikir mereka anak-anak dan remaja. Remaja dan anak-anak jauh lebih banyak didorong oleh perasaan mereka daripada pemikiran yang baik untuk mereka. Dengan menge­tahui hal ini, maka sia-sia upaya kita mengkuliahi mereka seha­rian. Membombardir pikiran mereka dengan nasehat positif, menjadikan diri kita motivator dadakan didepan mereka tidak akan mempan. Justru membuat anak bertambah “sebal” dengan kelakuan kita. komentar atau nasihat seperti : “kamu harus giat belajar”, “jangan buang waktumu dengan bermain terus”, “jaga kebersihan dikamarmu”, kecuali bila kita sudah terlebih dahulu mengenali perasaan mereka.

Dalam kondisi emosi yang negatif seorang anak tidak dapat menerima input dan nasehat bahkan titah sekalipun yang dapat mengubah perilaku mere­ka. Berbeda hasilnya jika kita mampu mengerti dan menge­nali perasaan emosi mereka terlebih dahulu maka mereka akan terbuka dan mendengar­kan saran logis dari kita. Anak–anak dan remaja akan mela­kukan sesuatu jika membuat mereka merasa nyaman atau enak di rasanya atau hatinya.

Sebelum melangkah lebih jauh, kita akan belajar bersama, bagaimana reaksi kita dalam menghadapi masalah anak. Seringkali jika ada masalah maka yang ada dibenak kepala kita umumnya ada 3 hal, yaitu :

1. Memberi Nasihat, misal: “saya tadi berkelahi dengan Agus, disekolah”, respon kita pada umumnya “apa-apaan kamu ini sekolah bukan tempat belajar jadi tukang berantem, hanya penjahat yang menyelesaikan masalah dengan berantem”

2. Menginterogasi, misal: “Hp saya hilang di sekolah” respon kita pada umumnya “kamu yakin bukan kamu sendiri yang menghilangkan? Yakin kamu tidak lupa, coba diingat kembali”

3. Menyalahkan dan menu­duh, misal: “tadi Edo dihukum karena tidak mengerjakan PR” respon kita pada umumnya “dasar anak malas, mulai hari ini kamu harus lebih disiplin dan perhatikan tugas disekolah”.

Setelah melihat ketiga co­n­toh diatas, tidak ada satu ruang pun untuk mengakui perasaan atau emosi anak, betul? Sering­kali kita ini hanya memberikan masukan tanpa mau mendengar apa yang sebenarnya terjadi (lebih tepatnya perasaan apa yang terjadi pada diri anak kita). Ketika emosi seorang anak diabaikan mereka akan lebih marah dan benci. Selama ini mereka berada dalam keadaan emosi negatif, semua nasihat-nasihat maksud baik kita tidak akan digubris, malah akan di “gubrak”.

Cara terbaik untuk mema­hami anak kita adalah, mengakui emosinya (kenali emosinya) dan beri mereka kekuatan untuk menemukan solusi atas masa­lah mereka sendiri. Caranya adalah:

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Melihat dan Mendengar Buya Guzrizal Gazahar

Jumat, 23 Juli 2021 | 22:18 WIB

Tiga Langkah Mewaspadai Kecelakaan Mobil

Rabu, 21 Juli 2021 | 23:34 WIB

Bahaya Banget! Ini Risiko Memakai Lampu Neon

Minggu, 18 Juli 2021 | 21:26 WIB
X