Memilih Sekolah yang Tepat

Administrator
- Kamis, 12 Februari 2015 | 19:25 WIB

Menurut psikolog dari Lem­baga Psikologi Terapan UI, Vera Itabiliana K. Hadi­widjojo, Psi., ada dua faktor terpenting yang harus diper­hatikan orangtua dalam memi­lih sekolah bagi anaknya, yaitu kondisi dan kebutuhan anak.

“Jika anak mudah sakit, misalnya, sebaiknya pilih seko­lah yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah. Atau, jika anak mempunyai hambatan bicara, sebaiknya jangan pilih sekolah bilingual yang nan­tinya justru akan membebani anak,” katanya.

Selain kedua faktor tadi, aspek-aspek penunjang lain juga turut memengaruhi pemi­lihan sekolah. Misalnya ke­mam­puan finansial orangtua.

Lantas, sejauh mana, sih, kebutuhan seorang anak ma­suk Kelompok Bermain (KB)? Menurut Vera, anak sebenarnya belum “wajib” bersekolah hingga usia 3 tahun. “Pasalnya, stimulasi yang dibu­tuh­kan anak di masa usia ini sebenarnya masih dapat dipe­nuhi di rumah,” kata Vera.

Namun, tidak setiap ling­kungan rumah dapat meme­nuhi kebutuhan anak, dan belum tentu tahu kebutuhan anak secara tepat, apalagi jika kedua orangtua bekerja dan anak di rumah hanya bersama babysitter atau pembantu. “Nah, KB memberikan alter­natif yang sangat membantu orangtua untuk memenuhi kebutuhan stimulasi anak seca­ra tepat,” jelas Vera.

Bagi anak-anak yang me­miliki hambatan tertentu, seperti hambatan bicara atau sosialisasi, ada baik­nya’­ber­sekolah’ lebih awal. Namun, lanjutnya, tetap saja, sekali lagi, orangtua harus selektif betul dengan pilihan KB yang akan dimasuki anak. “Pastikan anak senang dan sekolah tidak membebani anak,” ujar Vera.

Patut diingat, KB/ TK adalah lingkungan belajar pertama bagi anak, jadi pan­dangan anak tentang sekolah mulai dibentuk dari KB atau TK ini. “Apakah sekolah itu menyenangkan bagi seorang anak, bisa diten­tukan dari pengalaman per­tamanya ini.”

Untuk level KB/TK, anak mungkin tidak dapat langsung ditanyai dan mengungkapkan pendapat dengan baik. Lagi­pula kemampuan kognitif mereka belum memadai untuk mempertimbangkan pilihan semacam ini dengan bijak. Kendati demikian, ujar Vera, anak tetap dapat “dimintai pendapatnya” atau dilihat kesukaaannya pada suatu seko­lah dengan cara membawa anak ke semua calon sekolah yang ada, yang sebelumnya telah diseleksi dulu oleh orang­tua. “Hampir semua sekolah sekarang ini sepertinya mena­warkan class trial. Orang tua sebaiknya memanfaatkan pe­na­waran ini sebaik-baiknya sebagai suatu cara melihat sekolah mana yang disukai anak. Pilih sekolah dimana anak merasa senang dan me­nik­mati aktivitas belajarnya,” saran Vera.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pindah 'Kasur' Sulit Tidur, Ini Cara Mengatasinya

Kamis, 9 Desember 2021 | 01:55 WIB

6 Penyebab Miss V Hitam yang Wajib Wanita Ketahui

Rabu, 8 Desember 2021 | 22:47 WIB

Awas! Deodoran Bisa Picu Kanker Payudara

Rabu, 8 Desember 2021 | 10:15 WIB

Awas! Ini Bahaya Jika Sering Kirim Foto Lewat HP

Rabu, 8 Desember 2021 | 02:05 WIB

Fitur Baru TikTok Ini Sudah Bisa Dipakai di Indonesia

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:15 WIB
X